Senin, 21 Sep 2026 - :
13 Sep 2026 - 12:18 | 43 Views | 0 Suka

Indonesia Perkuat Peran di BRICS, Bidik Manfaat Pasar hingga Rantai Pasok Global

9 mnt baca

Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, pada Jumat (11/9) malam waktu setempat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung 12–13 September 2026.

Pesawat kepresidenan mendarat di Pangkalan Angkatan Udara (AFS) Palam sekitar pukul 22.00 waktu setempat, dan Prabowo disambut oleh Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey.

Kunjungan kerja ini menjadi partisipasi kedua Indonesia dalam KTT BRICS sebagai anggota penuh, setelah resmi bergabung pada 1 Januari 2025.

Keesokan harinya, Sabtu (12/9), Prabowo tampil dengan setelan jas abu-abu tua dipadu dasi biru muda dan peci hitam saat tiba di lokasi acara, Bharat Mandapam.

Ia disambut langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah dan pemegang presidensi BRICS 2026, lengkap dengan salam namaste dan pelukan hangat sebelum keduanya berfoto bersama dengan latar logo BRICS.

Turut hadir dalam forum ini sejumlah pemimpin negara anggota dan mitra BRICS, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability, dan terbagi menjadi dua sesi utama.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, sesi pertama merupakan pertemuan tertutup khusus negara anggota BRICS dengan topik “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, sementara sesi kedua bersifat terbuka bersama negara-negara mitra BRICS dengan topik seputar ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan untuk pertumbuhan global yang inklusif.

“Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada 2 sesi utama KTT BRICS,” kata Susiwijono dalam keterangannya, Sabtu (12/9). Dalam sesi terbatas bertema tata kelola global inklusif itu, Prabowo turut menyampaikan apresiasinya kepada tuan rumah.

Ia berterima kasih atas sambutan hangat dari India serta memuji kepemimpinan Modi, seraya menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai bagian dari organisasi yang mewakili sebagian besar populasi dunia merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia sebagai anggota baru.

Lima Agenda Kepentingan Nasional

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9), memaparkan lima agenda utama yang dibawa delegasi Indonesia, sejalan dengan prioritas keketuaan BRICS India 2026.

Pertama, Indonesia mendorong penguatan tata kelola global dan reformasi sistem perdagangan dunia yang inklusif, terbuka, dan nondiskriminatif, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tetap menjadi fondasi utama.

Kedua, Indonesia mendorong penguatan kerja sama menghadapi perubahan iklim sekaligus mewujudkan keadilan ekologis global, dengan menekankan bahwa perlindungan ekosistem dan ketahanan iklim adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan.

Ketiga, Indonesia mendukung penguatan New Development Bank (NDB), lembaga pembiayaan multilateral milik BRICS, meski secara internal, Indonesia masih menyelesaikan proses untuk resmi menjadi anggotanya.

Keempat, Indonesia aktif membawa agenda kekayaan intelektual, khususnya inisiatif tata kelola royalti digital global, dengan sebelumnya telah memperkenalkan Protokol Jakarta dalam forum BRICS Intellectual Property Offices.

Kelima, kerja sama BRICS turut mencakup ketahanan pangan, pertanian, kesehatan, pendidikan, pembangunan perkotaan, energi, hingga perdagangan dan investasi.

Bakom RI menegaskan, kelima agenda tersebut membawa kepentingan nasional yang sekaligus selaras dengan prioritas keketuaan BRICS India tahun ini. Di sisi lain, pemerintah menggarisbawahi bahwa keanggotaan BRICS memberi Indonesia akses ke forum kerja sama dengan negara-negara berskala ekonomi dan pasar besar.

Manfaat yang berpotensi didapat mencakup perluasan akses pasar, penguatan kerja sama perdagangan dan investasi, pengembangan rantai pasok global, kerja sama UMKM, pembiayaan dan digitalisasi perdagangan, hingga kolaborasi di bidang energi, pangan, kesehatan, dan teknologi.

Kehadiran Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam forum multilateral, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis yang lebih luas dengan negara-negara anggota BRICS di berbagai sektor. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%