Rabu, 28 Okt 2026 - :
18 Okt 2026 - 04:09 | 93 Views | 0 Suka

Indonesia Kirim Dua Pahlawan Perempuan Tani ke Roma, Raih 100 Women Heroes FAO 2026

9 mnt baca

Inilahdata.com – Dua petani perempuan dari Indonesia masuk daftar penerima penghargaan 100 Women Heroes yang diberikan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia.

Mereka adalah Rulyantina dari Pandeglang, Banten, dan Istiqamah dari Aceh. Keduanya diganjar penghargaan karena dinilai berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian.

Anugerah ini digelar dalam rangka International Year of the Woman Farmer 2026. Atase Pertanian RI di Italia, Muharfiza, menyebut penghargaan tersebut sebagai ruang untuk mengenalkan peran perempuan Indonesia ke dunia internasional.

“Pengakuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kiprah perempuan Indonesia kepada dunia,” kata Muharfiza dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Muharfiza, penghargaan itu mengakui sumbangan perempuan bagi pembangunan pertanian. Cakupannya luas, mulai dari inovasi pangan lokal, peningkatan nilai tambah komoditas, penguatan lembaga petani, sampai pembukaan akses ke pasar internasional.

Ia menilai kiprah kedua penerima menunjukkan bahwa perempuan tani berperan besar dalam mendorong inovasi, menggerakkan ekonomi warga, dan menambah daya saing produk pertanian nasional.

Ia menjelaskan, Rulyantina memperlihatkan cara mengubah pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Istiqamah, di sisi lain, menunjukkan betapa pentingnya penguatan lembaga petani, mutu produk yang terjaga, dan pasar yang lebih luas.

Pengalaman keduanya juga mencerminkan ragam peran perempuan dalam rantai usaha tani, baik lewat pengolahan hasil, usaha berbasis potensi daerah, maupun koperasi yang memperkuat posisi tawar petani.

Menurut Muharfiza, dukungan terhadap kapasitas sumber daya manusia pertanian, akses pasar, dan usaha yang berkelanjutan tetap dibutuhkan.

Unni Talas Beneng dari Pandeglang

Rulyantina lebih dikenal dengan julukan “Unni Talas Beneng”. Inovator pangan asal Pandeglang ini mengolah talas beneng, umbi lokal khas Banten, menjadi berbagai produk bernilai tambah dengan prinsip zero waste atau minim limbah.

Dalam prosesnya, ia mendapat pendampingan dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, bagian dari dukungan Kementerian Pertanian bagi pengembangan komoditas lokal.

Inovasi tersebut mendorong keragaman pangan berbasis sumber daya setempat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga perdesaan, terutama perempuan dan pelaku UMKM. Pengolahan bahan baku yang optimal memperlihatkan bahwa komoditas daerah bisa menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Kolaborasi antara pelaku usaha dan pendamping pertanian diharapkan membuat komoditas khas daerah makin berkembang, menguatkan ekonomi desa, dan memperkaya pilihan pangan Indonesia.

Kopi Aceh dan Koperasi 980 Anggota

Sementara itu, Istiqamah dari Aceh berperan dalam pengembangan usaha kopi sebagai sekretaris koperasi yang mewakili 980 anggota. Koperasi itu mengelola kebun kopi lebih dari 1.200 hektare.

Ia ikut menguatkan kelembagaan petani, menjaga standar mutu, dan memperluas akses pasar luar negeri. Kopi hasil koperasi tersebut sudah dijual ke Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, dan Qatar.

Pengalaman Istiqamah menunjukkan koperasi berperan penting dalam memperkuat posisi tawar petani, menjaga kualitas produk, dan menghubungkan hasil tani Indonesia dengan pasar dunia.

Lewat lembaga ekonomi yang kuat, petani bisa berusaha secara bersama, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing komoditas.

Ia juga mendorong budi daya kopi berbasis agroforestri berkelanjutan yang membantu menjaga hutan, kesehatan tanah, dan ketersediaan air. Pendekatan ini dinilai penting agar usaha tani tetap bertahan di tengah perubahan iklim, serangan hama, dan gejolak pasar.

Kiprahnya sekaligus membuktikan perempuan bisa memegang peran strategis dalam kepemimpinan lembaga petani, pengembangan komoditas perkebunan, dan perdagangan internasional.

Penghargaan 100 Women Heroes menjadi momentum untuk memperkuat pengakuan atas sumbangan perempuan di sektor pertanian dunia.

Bagi Indonesia, anugerah kepada Rulyantina dan Istiqamah menegaskan bahwa petani perempuan di tanah air mampu menghadirkan inovasi, mengembangkan potensi lokal, memperkuat kelembagaan petani, dan membawa produk pertanian Indonesia lebih berdaya saing di pasar global. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%