Kamis, 08 Okt 2026 - :
29 Sep 2026 - 05:00 | 89 Views | 0 Suka

Gus Ipul Pastikan Isu Aliran Dana Rp480 Miliar ke Muktamar NU Hoaks

7 mnt baca

Inilahdata.com – Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf membantah adanya aliran dana hingga Rp480 miliar dalam penyelenggaraan Muktamar tersebut. Gus Ipul, sapaan akrabnya, menegaskan tudingan itu hanyalah kabar bohong belaka.

“Ya saya pastikan hoaks. Jadi itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar, ya,” kata Saifullah di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/9/2026).

Ia menilai tudingan tersebut sangat merugikan internal tubuh NU, karena mencederai citra Muktamar ke-35 yang menurutnya berjalan lancar dan membuahkan hasil baik.

“Lebih-lebih Muktamar berjalan dengan baik, lancar, transparan, terbuka, siapa yang setuju, siapa yang tidak setuju semua tahu, siapa yang keberatan semua tahu, ada yang protes semua tahu, dan semua keputusan diambil melalui mekanisme yang ada dan disepakati oleh seluruh peserta Muktamar,” ujar Gus Ipul.

Ia juga meminta seluruh pernyataan maupun narasi yang bernuansa fitnah terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 dihentikan, sembari memastikan pihaknya siap menempuh langkah hukum sebagai respons.

“Pernyataan-pernyataan yang bernuansa fitnah saya mohon untuk dihentikan, tapi kalau diterus-teruskan, kami juga akan mengambil langkah-langkah tegas, langkah-langkah hukum sesuai dengan semua ketentuan yang ada,” tegasnya.

Sebagai catatan, Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah menetapkan Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031, usai musyawarah AHWA di Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026).

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031,” kata Anwar, mengutip laman resmi NU.

Isu aliran dana Rp480 miliar ini sebelumnya dilontarkan tokoh muda NU Khalilur Abdullah Sahlawiy, yang menyebut uang tersebut turut memengaruhi pemberian suara dalam proses Muktamar.

Menurutnya, dana tersebut disebut-sebut berasal dari Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang saat ini juga tengah diterpa isu dugaan korupsi terkait pengurusan masalah tanah dan mutasi internal kementerian. Hingga kini, tudingan tersebut belum disertai bukti hukum apa pun. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%