Kamis, 08 Okt 2026 - :
7 Okt 2026 - 03:32 | 52 Views | 0 Suka

Dikejar Sebelum GSP Uni Eropa Berakhir, Pemerintah Percepat Ratifikasi IEU-CEPA

8 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) masih terkendala di pihak Uni Eropa. Salah satu ganjalannya adalah soal bahasa yang dipakai dalam dokumen perjanjian.

Menurut Budi, Indonesia pada prinsipnya sudah merampungkan bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Pembahasan kini masih berlangsung di Uni Eropa sebelum perjanjian bisa ditandatangani. Budi menyampaikannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Indonesia, kata dia, menginginkan naskah yang ditandatangani memakai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun, pihak Uni Eropa tampaknya belum mencapai kesepakatan soal itu.

“Kan yang mau ditandatangani kan maunya kita bahasa Indonesia – bahasa Inggris. Cuma mungkin di sana belum, belum sepakat mungkin ya, apakah cukup bahasa Indonesia – bahasa Inggris atau mereka harus diterjemahkan ke semua,” ujar Budi.

Meski begitu, Budi menyebut pembahasan soal bahasa mulai menunjukkan titik terang. Ia berharap Uni Eropa menyepakati pemakaian dua bahasa tersebut agar penandatanganan tidak kembali tertunda.

“Kemarin sudah mulai ada gambaran sih, mudah-mudahan cukup bahasa Indonesia – bahasa Inggris,” katanya.

Budi menargetkan IEU-CEPA bisa diteken pada akhir Oktober 2026. Setelah itu, pemerintah akan mempercepat ratifikasi supaya perjanjian dagang Indonesia dan Uni Eropa itu dapat berlaku mulai Januari 2027. Ia berharap proses ratifikasi tuntas pada akhir Desember.

“Mudah-mudahan akhir Desember selesai, sehingga per Januari sudah berlaku,” terang Budi.

Percepatan ini dilakukan pemerintah antara lain untuk mengantisipasi berakhirnya fasilitas Generalised Scheme of Preference (GSP) Uni Eropa pada akhir 2026.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%