Minggu, 01 Nov 2026 - :
1 Nov 2026 - 11:32 | 10 Views | 0 Suka

Bahlil Curiga Gas Dijual Lagi, Singapura Jawab Santai Soal Kapal yang Tak Pernah Singgah

7 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah Singapura akhirnya menanggapi dugaan bahwa LNG asal Indonesia dijual kembali ke negara lain. Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura menyatakan perusahaan di negaranya memang memperdagangkan LNG dari banyak negara, dan Indonesia termasuk di dalamnya.

Dikutip dari The Straits Times, juru bicara METI mengatakan lebih dari 50 perusahaan Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan LNG dari seluruh dunia.

Menurutnya, kegiatan itu berkaitan dengan peran Singapura sebagai pusat perdagangan internasional. Ia menambahkan, Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia termasuk sumber utama LNG yang diperdagangkan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Meskipun perusahaan perdagangan yang berbasis di Singapura mengambil keputusan komersial terkait kargo tersebut, kargo LNG umumnya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan tanpa secara fisik melewati Singapura,” kata juru bicara METI, dikutip Sabtu (31/10).

Singapura juga mengimpor gas alam dari Indonesia lewat pipa untuk kebutuhan dalam negeri.

“Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa adalah untuk penggunaan domestik dan bukan untuk ekspor,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menduga sebagian LNG Indonesia yang masuk ke Singapura dijual kembali.

Dari 148 kargo yang dikirim, menurut Bahlil, sebagian diperdagangkan dan diekspor ulang, sedangkan sisanya dipakai untuk konsumsi domestik Singapura.

Pernyataan itu muncul setelah pekan lalu Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura demi kebutuhan dalam negeri. Bahlil memastikan volume ekspor setelah pengurangan tetap memenuhi pasokan minimum dalam kontrak.

SKK Migas mencatat gas yang dialihkan untuk kebutuhan domestik mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari, terdiri dari 15 juta dari Natuna dan 16 juta dari Sumatra.

Sementara itu, Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) memperkirakan pengurangan tersebut tidak berdampak signifikan karena hanya kurang dari 2% dari kebutuhan gas harian negara itu.

Upaya Meredam Ketegangan

Pernyataan Bahlil terlontar saat pejabat lain tengah berusaha menurunkan tensi. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dalam pertemuan dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta, menegaskan komitmen investasi kedua negara tetap utuh di tengah persoalan kabut asap dan pasokan gas.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Shinta Kamdani menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Balakrishnan bisa meredakan ketegangan.

Selama kunjungan Balakrishnan pada 27-29 Oktober, kedua negara sepakat membentuk satuan tugas bersama untuk memperkuat pertukaran informasi dan koordinasi penegakan hukum terkait kabut asap.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan juga menyatakan pengurangan ekspor gas tidak boleh memicu konflik antarnegara dan mengaku sudah berbicara dengan Bahlil.

“Mengapa kita harus bertengkar dengan Singapura? Tidak ada alasan untuk itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/10).

Di sisi lain, Menkomdigi Meutya Hafid meminta semua pihak menahan diri setelah mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng, menyinggung ketergantungan internet Indonesia pada Singapura.

Meutya menyebut sebagian besar konektivitas kabel bawah laut Singapura juga melintasi perairan Indonesia, sehingga infrastruktur digital harus dilindungi bersama. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%