ENAM PIHAK BERGERAK BERSAMA UNTUK MENYAMARATAKAN MANFAAT DIGITALISASI DAERAH
FEKDI x IFSE 2026Jakarta Convention Center, SenayanKamis, 24/9/2026
Bank Indonesia mendorong sinergi antarlembaga agar kesenjangan digitalisasi ekonomi antarwilayah menyempit, lewat pendekatan berbasis spasial yang menyesuaikan kondisi tiap daerah.
“Sinergi adalah kunci.”
Ricky Perdana Gozali, Deputi Gubernur BI. Digitalisasi daerah baru efektif bila pemerintah pusat, Pemda, BI, perbankan, industri, dan masyarakat bergerak bersama.
Tantangan di lapangan
01Kesenjangan kesadaran (awareness) dan kompetensi
02Literasi digital masyarakat yang belum seragam
03Kapasitas infrastruktur yang bervariasi antarwilayah
“belum sepenuhnya dirasakan secara merata di seluruh daerah”Ricky soal dampak positif digitalisasi: produktivitas, nilai tambah, dan daya saing.
Empat kebutuhan utama daerah
IEfisiensi transaksi dan layanan publik
IIKualitas belanja Pemda yang lebih baik
IIIPeningkatan kompetensi SDM
IVAkses digital yang inklusif
Percepatan tidak bisa disamaratakan. Penerapannya mengikuti karakter lokal, kesiapan infrastruktur, dan potensi ekonomi tiap wilayah.
46Kantor Perwakilan BI
Satgas P2DD di tingkat pusat dan TP2DD di daerah berkolaborasi dengan seluruh KPw BI untuk mengawal integrasi instrumen digital unggulan.
Prioritas yang terus didorong
Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk transaksi pemerintah
Penguatan Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Digitalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
Optimalisasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD)
Peningkatan Local Transaction Ratio
Sasarannya, kata Ricky, bukan sekadar banyaknya transaksi, melainkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.