Sabtu, 12 Sep 2026 - :
8 Agu 2026 - 21:02 | 84 Views | 0 Suka

Ancaman El Niño Bayangi Produksi Gula, Asosiasi Usul Insentif Khusus Petani Tebu

10 mnt baca

Inilahdata.com – Bayang-bayang kekeringan panjang akibat fenomena iklim El Niño membuat Asosiasi Gula Indonesia (AGI) angkat bicara. Organisasi ini mendesak pemerintah menyiapkan bantalan khusus bagi petani tebu, baik melalui relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun bantuan benih untuk replanting, agar roda produksi gula nasional tidak ikut layu bersama tanaman di lahan.

Sekretaris Eksekutif AGI Dwi Purnomo Putranto menyebut campur tangan pemerintah menjadi kunci agar usaha tani tebu tetap bisa berjalan sekaligus pasokan gula dalam negeri tetap terjaga. Menurutnya, skema bantuan bisa berupa keringanan cicilan KUR maupun distribusi benih unggul untuk masa tanam berikutnya.

“Kalau untuk tebu atau gula, bisa bentuknya berupa relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun bantuan benih untuk replanting, sehingga petani tetap mampu melanjutkan budidaya dan produksi gula pada musim berikutnya dapat dipertahankan,” ujar Dwi saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).

Dwi menjelaskan, musim kering berkepanjangan yang dipicu El Niño berisiko menggerus rendemen sekaligus bobot batang tebu saat masa panen tiba.

Ia menilai skema relaksasi KUR, mulai dari penundaan jatuh tempo angsuran hingga pemangkasan suku bunga — akan memberi ruang bernapas bagi petani yang labanya tergerus cuaca ekstrem.

Ia berharap Kementerian Pertanian bersama bank-bank Himbara segera menyusun kebijakan afirmatif tersebut supaya petani tidak justru terjebak utang akibat hasil panen yang anjlok.

Selain soal pembiayaan, AGI juga menyoroti pentingnya distribusi benih tebu unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Menurut Dwi, penyaluran benih itu harus tepat sasaran dan rampung sebelum musim tanam berikutnya dimulai. Ia mengingatkan, tanpa mitigasi cepat dari pemerintah, krisis produksi gula berpotensi merembet menjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.

Dalam pandangan AGI, ancaman El Niño ini memperberat langkah pemerintah menuju target swasembada gula sekaligus membuka peluang gejolak harga di pasar domestik.

Sebagai langkah mitigasi, AGI mengusulkan sejumlah kombinasi kebijakan: optimalisasi infrastruktur irigasi, perluasan penggunaan bibit unggul tahan kekeringan, hingga penyesuaian kuota impor gula mentah (raw sugar) demi menjaga cadangan gula nasional tetap aman.

Sinyal respons datang dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah bersiap memberikan insentif bagi sektor-sektor yang berpotensi terdampak El Niño pada semester II-2026.

Ia menyebut sektor pertanian menghadapi tantangan tersendiri karena harus memindahkan pasokan air dari sungai menuju kawasan pertanian yang membutuhkan.

“Tentu kita harus melihat wilayah-wilayah dan kantong-kantongnya, dan tentu insentif yang diberikan sesuai K/L (Kementerian Lembaga) yang terkait,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Airlangga menambahkan, secara prinsip pemerintah akan menyalurkan insentif kepada sektor-sektor yang membutuhkan dukungan menghadapi musim kemarau di paruh kedua 2026, lengkap dengan anggaran pendukungnya yang akan disiapkan pemerintah. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%