
Kredit Foto: KPK.go.id
21 Sep 2026 - 14:40 | 192 Views | 0 Suka
Dana Operasional Fiktif Era Lukas Enembe Diduga Capai Triliunan Rupiah, KPK Bakal Lakukan Ini
Dana operasional Pemprov Papua era Lukas Enembe
Keterangan Juru Bicara KPK, Senin (21/9/2026)
Dana operasional Gubernur Papua tahun 2022
Dugaan tujuan dana: pembelian jet pribadi
Dugaan penyidik KPK, perkara masih dalam penyidikan
KPK menduga pencairan dana penunjang operasional Pemprov Papua pada era Gubernur Lukas Enembe bersifat fiktif dan nilainya mencapai triliunan rupiah. Penyidik juga menelusuri dugaan bahwa dana itu dipakai membeli jet pribadi.
Rp1,2 triliun
Kerugian negara dalam perkara Dana Penunjang Operasional Pemprov Papua
Triliunan rupiah
Nilai pencairan dana operasional Gubernur Papua 2022 yang diduga fiktif
Saksi diperiksa
WT, money changer Jakarta
Penyidik KPK memeriksa lima saksi dari Bank Mandiri pada Kamis dan Jumat, 17-18 September 2026. Dalam penanganan perkara ini, penyidik juga sudah memeriksa saksi berinisial WT, penyedia jasa money changer di Jakarta.
Pernyataan KPK
“…dana operasional Gubernur Papua tahun 2022, yang diduga fiktif, dengan nilai mencapai triliunan rupiah.”
Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, kepada wartawan, Senin (21/9/2026)
Dalam pemeriksaan itu, penyidik menggali pengetahuan para saksi soal dugaan pencairan dana operasional Gubernur Papua 2022 tersebut.
Pokok perkara
Dugaan korupsi berupa penyalahgunaan wewenang terkait Dana Penunjang Operasional dan Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pemprov Papua. Kerugian negara disebut mencapai Rp1,2 triliun.
Tersangka
DEBendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua
bersama-sama
Lukas Enembe (almarhum)Gubernur Papua
Dugaan penggunaan dana
Penyidik menduga dana operasional tersebut dipakai untuk membeli jet pribadi.
Pemulihan aset
KPK akan mengupayakan perampasan aset dari pihak Lukas Enembe, meskipun yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
Sorotan KPK
KPK menyayangkan kasus ini karena anggaran Rp1,2 triliun semestinya sangat berguna bagi masyarakat Papua jika dikelola dengan baik.
“…nilai Rp1,2 triliun bisa untuk membangun berbagai fasilitas kesehatan ataupun fasilitas pendidikan.”
Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, saat mencontohkan pemanfaatan dana untuk peningkatan kesehatan warga Papua
Nilai pencairan fiktif dan penggunaan dana untuk jet pribadi masih berupa dugaan penyidik KPK yang terus didalami.
INILAHDATA.COM
Sumber: CNNIndonesia.com, Senin (21/9/2026).
Halaman : 1 2