
Netanyahu memperkeras peringatan soal Iran dan nuklir di ujung kampanye, saat sejumlah survei menempatkan oposisi unggul tipis.
Blok Eisenkot berpeluang meraih kursi lebih banyak dibanding koalisi Netanyahu.
Kedua kubu diperkirakan kesulitan membentuk pemerintahan mayoritas.
Oposisi bisa meraih mayoritas bila bersekutu dengan partai warga Palestina berkewarganegaraan Israel, kelompok yang mencakup sekitar seperlima penduduk. Kelompok konservatif di blok Eisenkot menolak opsi itu. Grafik di atas hanya ilustrasi, bukan proyeksi jumlah kursi.
Hasil satu survei terhadap warga Israel. Dukungan penuh Trump pada 18 Oktober juga tak terlihat mengubah jajak pendapat secara berarti.
Netanyahu menggambarkan pilihan pemilih sebagai soal keberadaan Israel.
Ia memperingatkan isolasi ekonomi dan bantuan militer tahunan AS yang bisa mengering.
Bank of Israel menegur klaim bahwa kripto bisa dipakai menghindari sanksi.
Netanyahu sedang diadili atas tuduhan korupsi. Posisi hukumnya bisa terancam bila ia kehilangan kekuasaan.
Netanyahu juga mengunggah gambar buatan AI berisi awan jamur nuklir di atas Tel Aviv. Nada itu berbeda dari sikapnya sebelumnya: pada Maret ia menyatakan serangan Israel dan AS menghancurkan kemampuan Iran memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik, dan pada 2025 ia mengklaim meraih “kemenangan bersejarah”.
“Siapapun yang peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang-orang yang dicintainya seharusnya gemetar saat hendak memilih [oposisi].”
“Kami tidak akan membiarkan IDF dijadikan pion dalam kampanye Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya.”
“Ketika kalian pergi ke tempat pemungutan suara, ingatlah bahwa Bibi adalah perdana menteri sekaligus pejuang yang luar biasa!”
“Mata uang kripto tidak dapat dijadikan sarana untuk menghindari sanksi.”
Pemilu Israel berlangsung ketat, dengan Iran, dukungan Trump, dan koalisi sebagai penentu.
Halaman : 1 2