CELIOS menilai Bahlil Lahadalia sebagai pejabat berkinerja terburuk dalam rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan skor -159, disusul Natalius Pigai (-158) dan Raja Juli Antoni (-103).
Tiga skor terendah
Tujuh pejabat berikutnya
Titik nol skor
−159skor terendah, dipegang Bahlil Lahadalia
2,9/10nilai rata-rata kabinet dari kalangan ahli
4,7/10nilai rata-rata kabinet dari masyarakat umum
69%ahli memberi nilai 1 hingga 3
Nilai rata-rata Kabinet Merah Putih
Penilaian kalangan ahli (129 responden)2,9
Penilaian masyarakat umum (1.142 responden)4,7
Cara survei dilakukan
Skor pejabat
Berasal dari survei masyarakat umum terhadap 994 responden pada 2026. Skor adalah selisih antara penilaian terbaik dan terburuk.
Survei kabinet
Melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum.
Waktu survei
Dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan dan sebelum perombakan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Sebaran nilai
Di kalangan ahli, 69% memberi nilai 1 hingga 3. Di masyarakat umum, 40% memberi nilai 1 hingga 3, dua kali lipat yang memberi nilai 8 hingga 10 (20%).
Peringkat pejabat dalam daftar
Posisi satu sampai tigaBahlil Lahadalia (Menteri ESDM) −159, Natalius Pigai (Menteri HAM) −158, dan Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) −103. Ketiganya jauh di bawah pejabat lain yang bernilai −16 hingga −47.Skor terendah dalam daftar CELIOS
Posisi empat sampai sepuluhSudaryono (Kepala BGN) −47, Zulkifli Hasan −43, Nusron Wahid −24, Pratikno dan Saifullah Yusuf masing-masing −17, Muhaimin Iskandar dan Fadli Zon masing-masing −16.Skor merupakan hasil survei, bukan keputusan pemerintah
“Skor negatif ini menunjukkan bahwa ketiganya jauh lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle.”Laporan CELIOS, Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Inilahdata.com
Sumber: Laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, CELIOS, dikutip Senin (12/10/2026)