
Inilahdata.com – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai pejabat dengan kinerja paling buruk dalam rapor dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Bahlil menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam laporan tersebut, Bahlil mencatat skor -159. Posisi berikutnya ditempati Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dengan skor -158, lalu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan skor -103.
CELIOS menilai skor negatif itu menandakan ketiganya lebih sering mendapat penilaian buruk.
“Skor negatif ini menunjukkan bahwa ketiganya jauh lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle,” tulis CELIOS dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, dikutip Senin (12/10/2026).
Menurut CELIOS, skor ketiga pejabat tersebut tertinggal jauh dari pejabat lain dalam daftar, yang berada pada rentang -16 sampai -47.
Di urutan keempat ada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dengan skor -47. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyusul dengan skor -43, kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid dengan skor -24.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sama-sama meraih skor -17. Adapun Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon masing-masing mencatat skor -16.
Penilaian itu bersumber dari survei terhadap masyarakat umum yang melibatkan 994 responden pada 2026. CELIOS menerangkan bahwa skor dihitung dari selisih antara penilaian terbaik dan terburuk terhadap kinerja masing-masing pejabat.
Secara keseluruhan, Kabinet Merah Putih mendapat nilai rata-rata 2,9 dari 10 dari kalangan ahli dan 4,7 dari 10 dari masyarakat umum.
Di kalangan ahli, 69% responden memberi nilai 1 sampai 3 untuk kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Pada survei masyarakat umum, 40% responden memberi nilai 1 sampai 3. Angka itu dua kali lipat dibanding responden yang memberi nilai 8 sampai 10, yakni 20%.
Survei penilaian kabinet ini melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum. CELIOS menyebut survei dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan, tetapi sebelum perombakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Berikut daftar 10 pejabat dengan kinerja terburuk versi CELIOS:
(**)
Halaman : 1 2