Kamis, 08 Okt 2026 - :
3 Okt 2026 - 15:14 | 82 Views | 0 Suka

Riset: 73,8% Mitra Ojol Jadi Pengemudi karena Gagal Dapat Kerja Formal

9 mnt baca
Ekonomi dan Ketenagakerjaan
Riset Segara Research Institute
Sabtu, 3 Oktober 2026

Sulitnya menembus kerja formal mendorong banyak orang menjadi pengemudi ojol. Riset menemukan 73,8% mitra ojol bergabung ke platform digital karena tidak mendapat pekerjaan formal.

Riset Agustus sampai September 2026
506 pekerja gig di lima kota
175 mitra ojol dan taksi daring
Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar
Alasan masuk sektor gigGagal dapat kerja formal
Seluruh responden memilih sektor gig karena gagal mendapat pekerjaan formal40,3%
Dari kelompok itu, belum pernah sama sekali bekerja di sektor formal57,3%
Pengemudi ojol yang menekuni profesi ini setelah terkena PHK22,1%
Daya tarik utamaFleksibilitas mengatur waktu
Responden yang menyebut fleksibilitas waktu sebagai keunggulan utama88,1%
Angka yang sama di kelompok pengemudi ojol95%
Skema penghasilanPekerja gig tidak seragam
81,6%
Menjadikan kerja berbasis platform sebagai pendapatan utama
32,4%
Menjalani lebih dari satu jenis pekerjaan gig sekaligus
18,4%
Masih berstatus pekerja di sektor formal
23,3%
Pengemudi ojol sudah berusia 45 tahun ke atas, kelompok umur yang lebih sulit terserap kembali ke pasar kerja formal.
Catatan ekonomYB Kadarusman, Segara Research Institute
“Kita ingin memberikan perlindungan, tetapi kalau desain perlindungannya membuat jumlah orang yang bisa mendapatkan pekerjaan menjadi jauh lebih sedikit, maka dampaknya terhadap masyarakat juga harus dihitung.”
YB KadarusmanEkonom Segara Research Institute
Bagi banyak orang yang tertutup pintu kerja formal, platform digital menjadi jalan keluar. Aturan yang menyentuhnya perlu dihitung dengan cermat.
Inilahdata.com
Sumber: Segara Research Institute
Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%