Kamis, 08 Okt 2026 - :
26 Sep 2026 - 02:52 | 55 Views | 0 Suka

Pemilu Serentak Dinilai Melelahkan, Dua Partai Ini Dorong Pemisahan

7 mnt baca
SERENTAK PILEG PILPRES PILKADA
WACANA MEMISAHKAN PENYELENGGARAAN PILEG, PILPRES, DAN PILKADA PADA 2029
NasDem & GolkarJakarta22–25 September 2026
Wacana menggelar pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) secara terpisah pada Pemilu 2029 mendapat sambutan terbuka dari Partai NasDem, menyusul usulan yang lebih dulu dilontarkan Partai Golkar.
Respons NasDem
“Ide pemisahan pilpres dan pileg ini menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. NasDem siap untuk ikut berembuk untuk membicarakannya.”
Hermawi Taslim, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).

Hermawi turut mengingat pengalaman pemilu serentak sebelumnya, yang menurutnya cukup membebani partai dalam urusan kaderisasi dan rekrutmen di berbagai tingkatan.

“Memang terasa sangat memecah konsentrasi dan sangat menguras energi, sangat melelahkan untuk para pengurus partai di semua tingkat.”
Hermawi Taslim
“Di samping itu pemberitaan media juga menjadi tidak dalam karena harus memberitahukan semuanya dalam satu waktu yang bersamaan.”
Hermawi Taslim, soal dampak pemilu serentak terhadap kedalaman liputan media.
Usulan awal dari Golkar
“Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan.”
Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan anggota Komisi II DPR, dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
  1. Konsentrasi pemilih tak terbelah — masyarakat bisa fokus pada tiap jenis pemilihan tanpa dibanjiri banyak kotak suara dan materi kampanye sekaligus.
  2. Legitimasi pilpres lebih relevan — pemilu serentak memakai syarat suara pileg lima tahun sebelumnya, padahal sikap partai bisa berubah di rentang waktu itu.
  3. Beban penyelenggara lebih ringan — pemisahan pileg dan pilpres diyakini meringankan tugas penyelenggara pemilu.
“Yang akhirnya bisa membuat tidak relevan antara aspirasi dukungan kepada partai politik dan presiden-wakil presiden pada saat pemilu itu dilangsungkan.”
Ahmad Doli Kurnia, soal risiko hilangnya legitimasi pada pemilu serentak.
Doli menekankan, tujuan utama pemisahan ini adalah agar setiap jenis pemilu bisa diikuti masyarakat secara fokus, sekaligus menjaga relevansi antara aspirasi politik dan hasil yang dipilih.
INILAHDATA.COM
Sumber: CNN Indonesia
Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%