Kamis, 08 Okt 2026 - :
29 Sep 2026 - 11:00 | 87 Views | 0 Suka

52 Juta Peserta Tidak Aktif, Ini Biang Kerok Cash Flow Gap BPJS Kesehatan

7 mnt baca
Ilustrasi: arus kas BPJS Kesehatan — pipa keluar untuk klaim lebih deras daripada pipa masuk dari iuran
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkap 52 juta peserta tidak aktif ikut memicu cash flow gap, sementara klaim yang dibayarkan lebih besar ketimbang iuran yang terkumpul.
Catatan: keterangan Direktur Utama BPJS Kesehatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/9/2026).
Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan soal gap kas
“Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan.”
Prihati Pujowaskito, kepada awak media, Senin (28/9/2026).
Potensi iuran jika 52 juta peserta aktif
Rp24 T
Setahun, dengan asumsi seluruhnya masuk kelas 3 — sekitar Rp2 triliun per bulan.
Selisih iuran vs klaim
Rp118 T vs Rp132 T
Iuran terkumpul Rp118 triliun, sedangkan pembayaran manfaat mencapai Rp132 triliun.
Penyebab lain defisit selain peserta tidak aktif
  • Prosedur penyesuaian iuran yang belum dilaksanakan
  • Inflasi medis
  • Pertumbuhan penduduk dan pergeseran pola penyakit
  • Fraud dalam sistem klaim
Suntikan dana negara
Rp10 T cair bulan ini
Rp10 T lagi pada November
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penyuntikan dana hingga Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan.
“Kami ingin melekatkan kepesertaan BPJS Kesehatan pada beberapa layanan publik, seperti pengurusan SKCK, keberangkatan haji dan umrah, masuk perguruan tinggi, pengurusan paspor, dan kalau perlu membeli tiket pesawat, BPJS Kesehatan harus aktif,” ujar Prihati, seraya menekankan pergeseran sistem dari volume-based menjadi value-based dalam pelayanan kesehatan.
INILAHDATA.COM
Sumber: keterangan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Senin (28/9/2026).

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%