Rabu, 28 Okt 2026 - :
28 Okt 2026 - 07:42 | 20 Views | 0 Suka

Wes Streeting Ingatkan Ancaman Siber hingga Krisis Pangan, Warga Inggris Diminta Timbun Kebutuhan Pokok

10 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah Inggris meminta warganya bersiap menghadapi kemungkinan kelangkaan pangan dan terganggunya layanan publik akibat serangan siber maupun keadaan darurat lain. Imbauan itu dikemas dalam kampanye nasional bertajuk Be Ready, bagian dari program tiga tahun untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah tangga.

Dalam kampanye ini, Wes Streeting, yang disebut dalam laporan sebagai Menteri Pertahanan Inggris, memperkenalkan panduan baru untuk menghadapi berbagai ancaman, dari banjir sampai kebakaran hutan. Setiap keluarga disarankan menyimpan kebutuhan pokok untuk tiga hari seandainya layanan sehari-hari terhenti.

Isinya mencakup uang tunai, air minum kemasan, dan makanan kaleng. Pemerintah juga membuka situs khusus berisi daftar perlengkapan darurat yang bisa diunduh. Setelah panduan diumumkan, penjualan makanan kaleng, radio putar manual, dan senter dilaporkan naik.

“Ini menggembirakan karena masyarakat mengambil langkah-langkah praktis untuk bersiap menghadapi keadaan darurat. Memiliki sejumlah kebutuhan sehari-hari di rumah, mulai dari makanan kaleng hingga senter, dapat membantu keluarga menghadapi gangguan, baik akibat banjir, pemadaman listrik, maupun pipa air yang pecah. Kita semua bisa berperan dalam membuat Inggris lebih tangguh,” katanya, dilansir Rabu (28/10/2026).

Sebelumnya, Streeting mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut memperkuat ketahanan nasional. Ia menekankan agar warga tetap waspada, tetapi tidak perlu panik.

Lewat Be Ready, warga diminta menyiapkan perlengkapan yang cukup untuk tiga hari ketika terjadi gangguan jangka pendek, misalnya listrik padam atau pasokan air berhenti. Untuk minum, tiap orang disarankan punya sekitar tiga liter air per hari, di luar kebutuhan memasak dan mencuci.

Makanan tahan lama yang bisa dimakan tanpa dimasak juga dianjurkan, seperti daging, buah, dan sayuran kalengan, lengkap dengan pembuka kaleng dan makanan hewan peliharaan. Pembersih tangan dan tisu basah berguna untuk menjaga kebersihan saat air tidak mengalir.

Perlengkapan lain meliputi senter dengan baterai cadangan, selimut, kantong tidur, pakaian hangat, dan pengisi daya portabel.

Radio baterai atau putar manual dibutuhkan agar warga tetap bisa mengikuti informasi saat listrik mati. Radio mobil bisa jadi alternatif, tetapi warga sebaiknya tetap di dalam rumah ketika cuaca ekstrem.

Pemerintah juga mengingatkan perlunya kotak pertolongan pertama berisi plester tahan air, perban, termometer, antiseptik, larutan pencuci mata, kasa steril, sarung tangan, plester medis, dan pinset.

Keluarga dengan bayi perlu menyiapkan popok dan susu formula. Formula siap minum lebih dianjurkan karena saat darurat warga bisa kesulitan merebus air atau mensterilkan botol.

Warga juga dianjurkan menyimpan uang tunai dalam berbagai pecahan, koin, dan kartu, serta salinan identitas dan dokumen penting. Nomor telepon darurat dan keterangan obat rutin beserta dosisnya sebaiknya dicatat.

Pengguna obat resep perlu persediaan untuk beberapa hari, sedangkan pengguna perangkat medis disarankan menyimpan petunjuk penggunaan versi cetak dan memastikan baterai cadangan selalu penuh.

Pemerintah tidak mewajibkan semuanya dibeli sekaligus. Persediaan boleh dikumpulkan bertahap sesuai kemampuan, lalu ditaruh di satu tempat yang mudah ditemukan, termasuk saat rumah gelap.

Peningkatan kesiapsiagaan ini muncul di tengah kekhawatiran Inggris terhadap ancaman keamanan, terutama dari Rusia.

Pada Sabtu, Streeting memperingatkan Inggris harus siap menghadapi kemungkinan perang dalam waktu 1.000 hari, karena negara-negara yang berpotensi menjadi lawan bisa mampu menyerang pada 2030. Dalam tulisannya di The Telegraph, ia menyatakan:

“Kesediaan musuh-musuh kita untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang berubah adalah kemampuan mereka. Pada 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk menyerang.”

“Itu berarti kita memiliki sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan menang.”

Soal kemungkinan agresi Rusia, ia menambahkan, “Untuk mencegah hal terburuk, kita harus mempersiapkan diri menghadapinya.”

Menurut Streeting, kampanye Be Ready diperlukan karena ancaman yang dihadapi Inggris bukan sekadar kemungkinan, melainkan risiko nyata yang kian dekat dengan kehidupan warga. Karena itu, rumah tangga dan pelaku usaha perlu mulai memastikan kesiapan mereka.

Ketegangan dengan Moskow juga tampak dari peringatan pemerintah Presiden Vladimir Putin bahwa fasilitas Inggris di Ukraina dapat dianggap “target yang sah” jika dipakai mendukung serangan jarak jauh ke Rusia.

The Independent melaporkan drone tak dikenal nyaris tiap hari menyasar pangkalan militer Inggris, menambah kecemasan terhadap ancaman dari Rusia dan Iran.

Data permintaan informasi publik mencatat sekitar 340 insiden keamanan melibatkan drone di atau dekat fasilitas Kementerian Pertahanan hingga Agustus 2026, naik dari 250 insiden sepanjang 2025 dan 126 kasus pada tahun sebelumnya.

Di luar ancaman keamanan, pemerintah juga mencemaskan gelombang panas ekstrem musim panas ini. Suhu rekor memperparah kekeringan dan memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah. Para analis memperingatkan Inggris bisa menghadapi krisis ketahanan pangan terburuk dalam beberapa dekade.

Analis bank investasi Shore Capital menilai lima gelombang panas beruntun dan kondisi kering berkepanjangan berpotensi merusak panen, sehingga pangan bisa langka akhir tahun ini dan ketergantungan pada impor meningkat.

Serikat Petani Nasional Inggris (NFU) menyebut kondisi ini kian mengkhawatirkan; peternak sapi perah bahkan sudah memakai persediaan pakan musim dingin karena rumput tak lagi tumbuh. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%