Rabu, 28 Okt 2026 - :
23 Okt 2026 - 11:13 | 50 Views | 0 Suka

“Terjadi Dulu, Celaka Dulu”, Dino Patti Djalal Kritik Cara Pemerintah Tangani Risiko

8 mnt baca

Inilahdata.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai birokrasi di Indonesia belum cukup memperhitungkan risiko. Menurut dia, pemerintah lebih sering bergerak setelah masalah muncul daripada mencegahnya.

Pola itu, kata Dino, terlihat jelas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sejumlah persoalan strategis lainnya.

Dino menegaskan bahwa kritiknya tidak diarahkan kepada pemerintahan era tertentu. Yang ia soroti adalah kebiasaan birokrasi yang sudah mengakar dari waktu ke waktu.

Pandangan itu ia sampaikan dalam acara Wealth Wisdom 2026 yang digelar Permata Bank di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Dino membandingkannya dengan dunia perbankan, tempat risiko selalu dihitung lebih dulu.

“Kalau di perbankan itu selalu thinking about risk. Sayangnya, budaya pemerintah kita kurang risk-minded dan lebih reaktif ketimbang preventif. Terjadi dulu, celaka dulu, baru diperhatikan,” ujarnya.

Karhutla ia pakai sebagai contoh karena antisipasinya kerap datang terlambat. Padahal, ancaman dari fenomena iklim seperti El Niño sudah bisa diperkirakan jauh hari sebelumnya.

Keterlambatan itu, menurut Dino, berujung pada dampak yang merembet ke banyak sektor.

“Karhutla, semua orang sudah tahu akan terjadi. Tapi waktu terjadi, persiapannya tidak siap. Sehingga akhirnya kita harus menangani dampak sosial, ekonomi, politik, hingga diplomatik,” katanya.

Ia juga menyamakan pola ini dengan respons di awal pandemi Covid-19 pada 2020. Saat itu birokrasi cenderung menganggap enteng risiko sampai krisis telanjur meluas.

Soal sisi diplomatik, jerebu lintas batas sering menjadi isu penting dalam hubungan antarnegara ASEAN. Asap karhutla yang terbawa ke Malaysia dan Singapura kerap membuat Indonesia berada di posisi bertahan di meja perundingan. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%