
Inilahdata.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Erwin Muniruzaman, kakak mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada pekan lalu. Penyidik menelusuri pembelian mobil Volvo dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (5/10/2026), bahwa Erwin dipanggil sebagai saksi. Penyidik ingin tahu apa yang ia ketahui soal Volvo yang dibeli Ridwan Kamil pada 2023, saat Ridwan masih menjabat gubernur.
“Tentunya penyidik mendalami bagaimana asal-usul pembelian dari kendaraan tersebut karena memang tempus-nya ini berkaitan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” kata Budi.
Menurut Budi, mobil itu diduga sudah dijual kembali oleh Erwin pada Agustus 2025. Ia menegaskan penyidik masih akan menelusuri aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara ini.
Dalam penyidikan, satu mobil lain juga dikaitkan dengan Ridwan Kamil, yaitu Mercedes-Benz 280 SL milik BJ Habibie. Ridwan menyatakan mobil itu, bersama sebuah motor Royal Enfield, tidak ada hubungannya dengan perkara yang diusut. KPK sudah menyita kendaraan tersebut.
Selain Erwin, KPK telah memeriksa Randy Kusumaatmadja, asisten pribadi Ridwan Kamil saat menjadi gubernur. Randy setidaknya tiga kali diperiksa sebagai saksi. Pada Senin (14/9), penyidik mendalami transaksi di rekeningnya. Pada Kamis, 29 Januari 2026, pemeriksaan berfokus pada aktivitas Ridwan Kamil beserta sumber pembiayaannya.
KPK juga sudah memeriksa Ridwan Kamil dan Yuddy Renaldi, Direktur Utama bank bjb periode 2019 sampai Maret 2025, sebagai saksi.
Pada Senin, 10 Agustus lalu, KPK menahan empat tersangka di rumah tahanan negara. Mereka adalah Widi Hartoto, Pemimpin Divisi Change Management Office bank bjb yang sebelumnya memimpin Divisi Corporate Secretary pada 2020 sampai 2024; Ikin Asikin Dulmanan, Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri sekaligus pemilik PT Antedja Muliatama; Suhendrik, Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres; dan Elang Sophan Jaya Kusuma, Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama. (**)
Halaman : 1 2