
Inilahdata.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi dari penanaman modal asing (PMA) pada kuartal III-2026 mencapai Rp270,2 triliun.
Nilai itu setara 51,1 persen dari total realisasi investasi kuartal tersebut yang sebesar Rp528,7 triliun.
Rosan menyampaikannya dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Selasa (20/10/2026). Ia mengaku baru saja melaporkan capaian itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Capaian realisasi investasi triwulan III-2026 itu mencapai Rp528,7 triliun,” ujarnya. Dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp212 triliun, realisasi PMA naik 27,45 persen.
Pemerintah mencatat lima negara terbesar menyumbang 84,7 persen dari seluruh investasi asing di Indonesia pada kuartal ini. Hong Kong berada di posisi teratas dengan US$5,2 miliar atau 31,8 persen, disusul Singapura US$5,1 miliar (31,4 persen), Amerika Serikat US$1,7 miliar (10,1 persen), China US$1,1 miliar (6,5 persen), dan Korea Selatan US$0,8 miliar (4,9 persen).
Untuk periode Januari sampai September 2026, total realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun. Dari jumlah itu, Rp777,8 triliun atau 50,5 persen berasal dari penanaman modal asing. Lima negara terbesar pada periode ini menyumbang 80 persen dari total investasi asing.
Singapura memimpin dengan US$14 miliar atau 29,6 persen. Hong Kong menyusul dengan US$12,8 miliar (27,2 persen), lalu China US$5 miliar (10,5 persen), Amerika Serikat US$3,4 miliar (7,1 persen), dan Jepang US$2,6 miliar (5,6 persen).
Rosan juga menyoroti perbandingan antarnegara tersebut. Menurutnya, jika dua sumber modal digabung, posisinya berubah.
“Kalau Hong Kong dan Tiongkok digabung sudah lebih besar dari Singapura,” kata Rosan. Gabungan keduanya mencapai US$17,8 miliar, sementara Singapura US$14 miliar. (**)
Halaman : 1 2