Sabtu, 31 Okt 2026 - :
31 Okt 2026 - 09:12 | 10 Views | 0 Suka

Polisi Turun Mengurusi Pengangguran, Begini Alasan Kapolri

7 mnt baca

Inilahdata.com – Polri menyiapkan program baru untuk warga yang belum bekerja. Lewat Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ingin membuka peluang pelatihan keterampilan bagi mereka yang menganggur agar kembali produktif.

Program ini tidak semata soal pekerjaan, tetapi juga soal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Suyudi menilai tingginya pengangguran bisa memicu gangguan keamanan di lingkungan warga.

“Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran ini berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Suyudi seusai bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Polri akan menggandeng sejumlah kementerian dan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah untuk menyediakan pelatihan. Bhabinkamtibmas akan dioptimalkan untuk menjangkau warga desa yang menganggur dan mengajak mereka ikut.

“Polanya adalah merekrut para Bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujar Suyudi.

Kerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT menjadi jalur untuk mencapai warga hingga tingkat desa. Pelatihan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.

Peserta diharapkan mendapat bekal tambahan, terutama soft skill, sehingga mereka yang selama ini sulit mendapat kerja punya peluang kembali aktif dan produktif.

“Kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan dalam hal pekerjaan, bisa kembali produktif,” ucapnya.

Sasaran Poliran tidak berhenti pada warga yang menganggur. Program ini juga disiapkan untuk orang yang telah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika, tetapi belum mendapat pekerjaan setelah pulih.

Menurut Suyudi, ketiadaan pekerjaan bisa membuat mantan pengguna kembali mengonsumsi narkotika atau kambuh. Pelatihan dan kesempatan untuk produktif diharapkan mencegah hal itu.

“Setelah dia direhabilitasi, sering kali balik lagi, relapse lagi. Karena apa? Karena tidak mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%