Minggu, 11 Okt 2026 - :
11 Okt 2026 - 15:17 | 8 Views | 0 Suka

Penerimaan Negara Tumbuh 25,5%, Belanja Sudah 69,2% dari Pagu

10 mnt baca
Realisasi APBN 2026Hingga 30 September 2026
Masuk: Rp2.341,5 T Keluar: Rp2.660,5 T Penerimaan dan belanja negara
Ilustrasi: arus penerimaan dan belanja negara hingga September 2026
25,5%
pertumbuhan penerimaan negaradibanding periode yang sama tahun lalu

Penerimaan naik dan belanja melaju, sementara pemerintah mempercepat restitusi dan menyiapkan pembiayaan kuartal IV.

Belanja 69,2% dari pagu
Target defisit 2,8% PDB
PNBP 107,2% dari target
Realisasi dibanding target dan pagu
Penerimaan negara74,2%
Penerimaan pajak68,2%
Kepabeanan dan cukai71,5%
PNBP (melampaui target)107,2%
Belanja negara69,2%
Belanja pemerintah pusat65,4%
Transfer ke daerah86,5%
Subsidi dan kompensasi84,3%
Pembiayaan utang59,4%
SBN neto62,2%

Garis putus-putus menandai 75%, atau tiga perempat tahun berjalan. Skala batang 0 sampai 110%.

Isi penerimaan pajak Rp1.607,6 T
PPh nonmigas Rp809,3 TTumbuh 17,6% secara tahunan
PPh migas Rp43,6 TNaik 128,2% seiring harga minyak
PPN dan PPnBM Rp683,3 TTumbuh 38,6% secara tahunan
PBB dan lainnya Rp71,4 TTurun 48,6%, baru 46,8% dari target
Perpajakan seluruhnya Rp1.847,7 T (naik 21,8%): pajak tumbuh 24,1%, sedangkan kepabeanan dan cukai Rp240,1 T naik 8,5%. PNBP Rp492,3 T tumbuh 41,7%.
Defisit dan jalur yang diklaim
Defisit tahun lalu1,56% PDBRp371,5 T pada periode yang sama
Bulan sebelumnya0,9% PDBDefisit kini melonjak dari angka ini
Target akhir tahun2,8% PDBSesuai UU APBN 2026; outlook semester 2,85%
Restitusi pajak dipercepat
September 2025Rp320,91 T
September 2026 (turun 38,08%)Rp198,71 T
PPhRp59,08 T
PPN dan PPnBMRp137,79 T
Jenis lainnyaRp1,84 TNaik dari Rp1,04 T
Prioritas pengembalian: industri yang butuh arus kas, industri padat karya, dan UMKM.
Belanja negara Rp2.660,5 T
Belanja pusatRp2.061,3 T65,4% pagu, tumbuh 29,6%
Belanja K/LRp1.069,4 T70,8% pagu, tumbuh 33,5%
Belanja non-K/LRp991,9 T60,5% pagu, tumbuh 25,7%
Transfer ke daerahRp599,2 T86,5% pagu, turun 7,1%
SubsidiRp222,5 TTerutama untuk PLN dan Pertamina
KompensasiRp154,4 TTotal Rp376,8 T, naik dari Rp244,6 T
Pembiayaan utang dan rencana kuartal IV
Pembiayaan utangRp494,3 T59,4% dari target Rp832,2 T; tahun lalu Rp502,9 T
SBN netoRp497,5 T62,2% dari target Rp799,5 T; tahun lalu Rp471,4 T
Pinjaman neto-Rp3,2 TTarget pinjaman neto Rp32,7 T
6 lelang SUN6 lelang SBSNSetiap Selasa di kuartal IV
Selain itu ada SBR seri 015 (konvensional) dan Sukuk Tabungan seri 017 (syariah), pinjaman program US$1,8 miliar yang siap cair, serta global bond yang bergantung pada kondisi pasar. Biaya bunga utang sudah Rp444,5 T.
Kutipan

“Belanja negara sampai 3/4 tahun sudah digunakan 69,2%, ini on track.”

Suahasil Nazara, Menteri Keuangan

“Kita masih memiliki jadwal 12 kali lelang SBN reguler setiap Selasa.”

Suminto, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu

Penerimaan tumbuh dua digit, namun belanja besar dan kebutuhan utang kuartal IV masih jadi pekerjaan rumah.

Inilahdata.com
Sumber: Paparan APBN Kita, pernyataan Menkeu Suahasil Nazara dan Dirjen DJPPR Kemenkeu Suminto (realisasi hingga 30/9/2026)
Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%