
Inilahdata.com – Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario de Marshal menyatakan keberatan atas rencana pemerintah memanfaatkan lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang kini disengketakan.
Menurut Hercules, area itu bukan tanah terlantar, melainkan lahan yang sudah ia bebaskan sejak lama dengan biaya sangat besar.
Hercules mengaku mengeluarkan dana hingga puluhan miliar rupiah untuk membebaskan dan mengosongkan lahan tersebut. Karena itu, ia mendatangi Kementerian ATR/BPN untuk meminta penjelasan soal status kepemilikannya.
Dalam video yang diunggah akun Instagram GRIB Jaya, dikutip Sabtu (24/10/2026), Hercules mengarahkan pernyataannya kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara.
“Tanah itu aku bebasin pake uang. Aku pake uang. Aku kosongkan pake uang,” ujarnya.
Ia meminta Maruarar berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak membuat kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat yang mengklaim punya hak atas tanah itu.
Hercules juga mengaku sudah lama mengenal Maruarar, jauh sebelum politisi tersebut bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan nada keras, ia mempertanyakan sikap sang menteri dalam persoalan lahan ini.
Di sisi lain, Maruarar memastikan pemerintah punya dasar hukum yang kuat. Menurutnya, hasil pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan pihak terkait lain menunjukkan bahwa tanah di sekitar bantaran rel dekat Stasiun Tanah Abang adalah aset negara.
Ara menyebut pemerintah berencana membangun rumah susun di lahan itu untuk masyarakat. Ia menegaskan negara wajib memakai asetnya demi kepentingan publik.
“Kita akan bangun rusun untuk masyarakat. Indonesia negara hukum, negara harus hadir untuk menggunakan asetnya untuk membantu rakyatnya,” katanya. (**)
Halaman : 1 2