Senin, 12 Okt 2026 - :
12 Okt 2026 - 13:14 | 16 Views | 0 Suka

Mentan Amran Surati Kapolri dan Mendagri soal Dugaan Mafia Beras Fortifikasi

7 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut penyimpangan penyaluran beras fortifikasi telah merugikan negara hingga Rp89 triliun. Ia juga menduga ada permainan mafia di balik praktik tersebut.

Menurut Amran, beras yang semestinya dijual dengan harga terjangkau justru dilepas ke pasar dengan harga jauh lebih mahal. Penjelasan itu ia sampaikan kepada awak media di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Amran menerangkan, beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya vitamin B12 dan diperuntukkan bagi warga miskin dengan harga Rp13.500 per kilogram. Kenyataannya, beras itu beredar di pasaran seharga Rp56.000.

“Itu untuk fakir miskin dengan harga Rp13.500, tapi dijual Rp56.000. Itu palsu, penipuan,” tegasnya.

Dengan selisih harga tersebut, kata Amran, pelaku meraup keuntungan lebih dari Rp40.000 untuk setiap kilogram. Ia menyebut kerugian yang ditanggung masyarakat akibat praktik ini mencapai Rp89 triliun hanya untuk tahun 2026.

Amran berjanji menuntaskan persoalan itu, dan menurutnya hal tersebut merupakan perintah Presiden agar mafia tidak diberi ruang bermain di tengah rakyat kecil.

Pemerintah, lanjut Amran, tidak ingin kasus serupa terus berulang. Ia menekankan perlunya penindakan terhadap pihak yang terbukti memanipulasi harga dan merugikan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian telah mengirim surat kepada Kapolri dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar bekerja sama memberantas dugaan praktik mafia pangan.

Amran mengaku yakin dengan Tito dalam hal ini. “Ini harus diberesin. Ini menyengsarakan rakyat kecil,” ujarnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%