Senin, 12 Okt 2026 - :
12 Okt 2026 - 01:32 | 27 Views | 0 Suka

Hotspot Karhutla Nasional Melonjak ke 793 Titik, Kalimantan Tengah Paling Banyak

7 mnt baca

Inilahdata.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat 793 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh Indonesia pada Sabtu (10/10/2026) pukul 21.00 WIB. Jumlah itu naik 356 titik dibanding Jumat (9/10/2026), yang mencatat 437 hotspot.

Data tersebut berasal dari Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut. Sebagian besar hotspot yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) menurut satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence terbanyak ada di Kalimantan Tengah dengan 288 titik. Disusul Sumatera Selatan 60 titik, Kalimantan Barat 44 titik, dan Kalimantan Selatan 28 titik. Jambi mencatat 1 titik, sedangkan Riau nihil.

“Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 421 hotspot high confidence, meningkat dari 270 titik sehari sebelumnya,” demikian keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (11/10/2026).

Kenaikan terbesar terkonsentrasi di Kalimantan Tengah, yang jumlahnya lebih dari separuh total hotspot di enam provinsi prioritas. Karena itu, pemantauan, patroli, pengecekan lapangan (groundcheck), dan operasi pengendalian di lapangan terus diperkuat.

Sebaliknya, hotspot di Sumatera Selatan turun dibanding hari sebelumnya. Meski begitu, Kemenhut meminta kewaspadaan tetap dijaga karena cuaca dan kekeringan masih bisa memicu kebakaran.

Kemenhut juga kembali menegaskan bahwa hotspot hanyalah indikasi anomali suhu permukaan yang terbaca satelit. Angka itu tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar.

“Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi aktual serta menentukan tindakan penanganan yang diperlukan,” tulis Kemenhut.

Kebakaran di Merauke

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan karhutla di 10 distrik di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Jumat (9/10/2026) pukul 18.00 WIT.

“Sepuluh distrik yang dilaporkan terdampak meliputi Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu (11/10/2026).

Lokasi kebakaran meliputi Kampung Harapan Makmur, Kampung Kondo, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, Desa Bumun, Desa Set Agung, Kampung Wakai, Kampung Wanam, Kampung Salam Epe, dan Kampung Ihalik. Dari pendataan sementara, luas lahan terbakar di sembilan lokasi yang sudah dirinci sekitar 63 hektare. Luas di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih didata.

Pada Sabtu (10/10/2026), api di Kampung Harapan Makmur, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, dan Desa Bumun dilaporkan telah padam dan memasuki tahap pendinginan. Kebakaran di Desa Set Agung masih ditangani, sedangkan di Kampung Wanam dan Kampung Salam Epe penanganan dilakukan pihak perusahaan.

Adapun kebakaran di Kampung Kondo (Distrik Nokenjere), Kampung Wakai (Distrik Subur), dan Kampung Ihalik (Distrik Kaptel) belum dapat ditangani karena lokasinya jauh dan sulit dijangkau.

“Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pengendalian api sehingga pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait perlu terus dilakukan. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat karhutla tersebut,” ucap Berton. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%