Rabu, 21 Okt 2026 - :
19 Okt 2026 - 02:51 | 101 Views | 0 Suka

Hadapi Ketidakpastian Global, BI Perkuat Local Currency Transaction dan Perluas QRIS

8 mnt baca

Inilahdata.com – Bank Indonesia (BI) mengajak negara-negara memperluas pemakaian mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi lintas negara. Tujuannya agar ketergantungan pada mata uang negara ketiga berkurang dan risiko gejolak nilai tukar global bisa ditekan.

Ajakan itu disampaikan Gubernur BI Destry Damayanti dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, termasuk pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20. Acara berlangsung pada 12-18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand. Delegasi Indonesia dipimpin Destry bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Menurut Destry, kerja sama internasional kian penting di tengah ketidakpastian global yang dipicu ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, ancaman siber, dan risiko gejolak pasar keuangan.

Selain memperluas Local Currency Transaction (LCT), BI mendukung pengembangan sistem pembayaran digital yang lebih efisien dan tepercaya, termasuk untuk transaksi lintas negara.

“Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan,” kata Destry dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Di dalam negeri, BI juga memperluas pemakaian QRIS, termasuk di kalangan generasi muda dan pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan membantu mereka membangun rekam jejak transaksi digital sekaligus membuka akses ke pembiayaan formal.

Dalam pertemuan IMF-Bank Dunia, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati Agenda Kebijakan Global untuk memperkuat ketahanan ekonomi dunia.

Fokusnya meliputi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, perbaikan iklim usaha, modernisasi pasar tenaga kerja, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi yang ditopang investasi infrastruktur digital dan energi berkelanjutan.

Agenda itu juga mencakup penanganan ketidakseimbangan global, pengelolaan risiko utang, kelancaran perdagangan, dan penguatan jaring pengaman keuangan global.

Adapun pertemuan G20 membahas penguatan regulasi dan pengawasan sektor keuangan, penyederhanaan aturan, serta pemanfaatan inovasi teknologi tanpa mengabaikan stabilitas sistem keuangan. Forum ini sekaligus menandai peralihan Presidensi G20 Finance Track dari Amerika Serikat ke Inggris.

Ke depan, BI bersama pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan otoritas global untuk menjaga stabilitas makroekonomi, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%