
Inilahdata.com – Keluarga Ashari Samadikun (32), nakhoda kapal tanker MT Honour 25 asal Gowa, meminta Pemerintah Indonesia mempercepat pemulangan empat WNI yang selamat setelah lebih dari 5,5 bulan disandera perompak Somalia.
Para sandera dibebaskan lewat operasi pasukan bersenjata Puntland, wilayah otonom di timur laut Somalia yang pengakuannya terbatas, pada 29 September lalu.
Operasi itu tidak berlangsung tanpa korban. Dari 17 kru kapal, lima anak buah kapal asing tewas tertembak di atas kapal saat terjadi baku tembak: tiga warga Pakistan, satu warga Myanmar, dan satu warga India.
Empat WNI yang selamat adalah Ashari Samadikun selaku nakhoda asal Gowa, Faisal (Second Officer) asal Bulukumba, Wahyudinanto (Chief Officer) asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.
Fiki terkena tembakan di kaki dan kini mendapat perawatan medis darurat di atas kapal. Pusat komunikasi dan koordinasi evakuasi diarahkan ke Bosaso, kota pelabuhan di pesisir utara Somalia.
Ayah Ashari, Syamsuddin, mengatakan putranya langsung menghubungi keluarga lewat panggilan video begitu bebas.
“Sesaat setelah mereka bebas, anak saya langsung menghubungi dengan video call, menceritakan peristiwa yang sangat menegangkan, ada tembak-tembakan dari dua kapal, Alhamdulillah Ashari tidak terkena tembakan dan selamat, hanya Fiki yang terkena kakinya, sementara 5 WNA tewas saat peristiwa saling tembak,” kata Syamsuddin saat dihubungi.
Menurut Syamsuddin, kapal MT Honour penuh bekas peluru setelah aparat dan pembajak saling tembak. Sebelum dilumpuhkan, para perompak sempat merusak sistem kemudi. Ashari kini berusaha membawa kapal beserta muatan 18.500 barel minyak ke tempat yang aman.
Keluarga mengaku lega setelah berbulan-bulan dihantui kecemasan, terutama karena makanan dan air bersih selama penyanderaan sangat terbatas. Sinyal seluler di perairan Somalia yang lemah membuat komunikasi dengan para korban sering terputus.
“Kami berharap pada pemerintah RI agar segera mengupayakan pemulangan Ashari bersama tiga rekannya. Kami tidak lupa berterima kasih pada semua pihak, khususnya Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal yang selalu memberikan update informasi penanganan korban,” ujar Syamsuddin.
Di Dusun Moncongloe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, istri Ashari, Santi Sanaya (24), bersama keluarga terus bersiap menyambut kepulangan sang nakhoda setelah proses evakuasi dan perawatan medis di Somalia selesai.
MT Honour dibajak pada April lalu di lepas pantai Somalia ketika membawa pasokan minyak menuju Mogadishu. Otoritas setempat membenarkan 16 terduga pembajak sudah ditangkap, sementara sisanya masih diburu aparat keamanan Puntland. (**)
Halaman : 1 2