Inilahdata.com – Beberapa jam sebelum benar-benar kehilangan kursinya, Purbaya Yudhi Sadewa masih tampak sibuk memaparkan strategi fiskal negara di hadapan anggota Komite IV DPD RI.
Siang tadi, Senin (14/9/2026), rapat kerja gabungan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, berjalan seperti biasa, turut dihadiri perwakilan Bappenas dan Bank Indonesia, sampai akhirnya sebuah panggilan telepon mengubah jalannya hari.
Saat sedang menjelaskan arah surat utang pemerintah untuk RAPBN 2027, pemaparan Purbaya tiba-tiba disela oleh salah satu pimpinan Komite IV. Ia menyampaikan bahwa ada telepon penting yang harus segera diangkat sang menteri.
“Pak Menteri, saya putus dulu, ada telepon yang harus dilihat,” ujar pimpinan rapat, sebagaimana tertangkap dalam rekaman yang kemudian beredar luas.
Purbaya pun menghentikan paparannya dan bergegas keluar ruangan. Dalam video yang viral, ia terlihat menerima telepon sambil beberapa kali membungkukkan badan, sikap hormat yang lazim ketika berbicara dengan atasan.
“Halo Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak,” ucapnya singkat sebelum menutup sambungan, merujuk pada sosok yang disebutnya sebagai “Bapak” dan diyakini publik adalah Presiden Prabowo Subianto.
Rapat sempat terhenti beberapa menit. Siaran langsung di kanal YouTube DPD RI kemudian berganti menampilkan paparan dari Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, tanpa penjelasan lanjutan soal keberadaan Purbaya.
Firasat publik pun terbukti. Sore harinya, sekitar pukul 15.34 WIB, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya, tepat menjelang genap satu tahun enam hari sejak Purbaya dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Prosesi berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dengan Prabowo sendiri yang memimpin pembacaan sumpah jabatan.
Pergantian ini datang begitu tiba-tiba, hanya berselang beberapa hari setelah Purbaya merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada Kamis (10/9/2026).
Hingga kini, alasan resmi di balik pencopotannya belum dijelaskan secara gamblang oleh pihak Istana.
Usai dilantik, Suahasil langsung dicecar pertanyaan wartawan soal arah kebijakan fiskal ke depan. Ia menegaskan pergantian menteri kali ini bukan berarti perubahan haluan.
“Ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan,” katanya, seraya mengingatkan bahwa dirinya sudah lama berkiprah di Kementerian Keuangan, termasuk sebagai wakil menteri sejak era pemerintahan sebelumnya.
Soal kemungkinan gejolak pasar pasca-pergantian mendadak ini, Suahasil pun tak menampiknya. Ia mengaku akan terus memantau respons investor. “Pasar punya logikanya sendiri, silakan saja,” ujarnya singkat.
Perkiraan itu memang langsung terlihat pada penutupan perdagangan sore ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak di rentang 6.371 hingga 6.550, dan meski sempat menguat jelang penutupan, akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen atau 6,68 poin ke level 6.534,6.
Nilai tukar rupiah pun ikut melemah 58 poin menjadi Rp17.661 per dolar Amerika Serikat, salah satunya dipicu kabar pencopotan Purbaya.
Di tengah hiruk-pikuk kabar ini, sorotan publik justru turut mengarah ke lini masa media sosial putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa.
Melalui akun Instagram pribadinya, trader muda itu membagikan unggahan bernada santai menanggapi status ayahnya yang kini bukan lagi pejabat negara, ia berseloroh kini merasa lebih leluasa bersuara di ruang publik tanpa perlu menjaga citra sebagai anak menteri.
Purbaya sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan panjang lebar soal pencopotannya.
Publik pun kini menanti langkah awal Suahasil dalam mengelola APBN, termasuk kelanjutan sejumlah agenda yang sempat digaungkan Purbaya semasa menjabat.
Mulai dari percepatan belanja negara, penguatan penerimaan pajak, hingga pembenahan sistem perpajakan terpadu Coretax. (**)
Halaman : 1 2