
Inilahdata.com – Delapan partai nonparlemen yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) disebut akan mendapat audiensi dari DPR terkait pembahasan RUU Pemilu, Selasa (29/9) pekan depan.
Sekjen Partai Hanura Benny Ramdhany, yang juga bagian dari GKSR, menyampaikan bahwa Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah menyiapkan waktu khusus untuk menerima para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi tersebut.
“Hari Selasa kita sudah mendapatkan info, Pak Dasco menyiapkan waktu untuk menerima pimpinan partai politik yang bergabung di GKSR,” kata Benny dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Benny mengaku mengapresiasi sikap DPR yang bersedia membuka ruang audiensi ini, yang menurutnya akan menjadi ajang dialog antara parlemen dengan partai-partai di luar parlemen saat ini.
“Sikap Pak Dasco ini harus diapresiasi, sikap negarawan. Walaupun mereka berada di partai yang hari ini berkuasa, bahkan ada di parlemen, tapi tetap memberikan tempat dan ruang untuk kita berdiskusi,” ujarnya.
Sebelum pertemuan ini, GKSR diketahui telah menyusun naskah akademik RUU Pemilu setebal 200 halaman, yang disiapkan sebagai bahan masukan bagi pembahasan RUU tersebut di DPR.
Ketua Umum GKSR Said Iqbal menyebutkan naskah tersebut memuat 30 isu terkait RUU Pemilu, dengan ambang batas parlemen menjadi sorotan utama. “Kami mengadakan launching naskah akademik sekaligus sandingan RUU Pemilu yang sedang dibahas oleh partai parlemen di DPR,” kata Said.
GKSR sendiri beranggotakan delapan partai nonparlemen, yakni Partai Hanura, Partai Perindo, PPP, Partai Buruh, Partai Ummat, PBB, PKN, dan Partai Berkarya.
Melalui draf naskah akademik itu, GKSR menolak wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen. Sebagai gantinya, koalisi ini mengusulkan agar ambang batas tetap berada di angka 1 persen.
“Parliamentary threshold adalah 1 persen, dengan tetap mempertimbangkan fraksi gabungan di tingkat nasional DPR RI dan/atau stembus accord dalam pemilihan yang dilakukan sebelum pemilu atau di awal, bukan sesudah,” kata Said.
Hingga berita ini ditulis, awak media yang telah menghubungi Dasco lewat pesan singkat terkait kabar pertemuan tersebut belum mendapat respons dari yang bersangkutan. (**)
Halaman : 1 2