Kamis, 15 Okt 2026 - :
14 Okt 2026 - 17:27 | 14 Views | 0 Suka

Data Center AI Pakai Air 113 Juta Liter Tanpa Ditagih, Warga Murka

8 mnt baca

Inilahdata.com – Warga Fayetteville, Georgia, Amerika Serikat, naik pitam setelah tahu sebuah pusat data (data center) memakai hampir 30 juta galon air, sekitar 113 juta liter, selama berbulan-bulan tanpa tercatat dan tanpa ditagih. Peristiwa ini muncul ketika pemerintah setempat sedang meminta warga berhemat air karena kekeringan.

Pengelola air Fayette County menemukan dua sambungan air berskala industri yang mengalirkan air ke kampus data center milik Quality Technology Services (QTS). Satu sambungan dipasang tanpa sepengetahuan pihak berwenang. Sambungan lainnya tidak terhubung ke akun perusahaan, sehingga tidak pernah masuk tagihan.

QTS akhirnya ditagih US$147.474, mendekati Rp2,6 miliar, untuk pemakaian lebih dari 29 juta galon. Volume sebanyak itu setara sekitar 44 kolam renang ukuran Olimpiade. Menurut laporan Politico, Rabu (14/10/2026), perusahaan sudah melunasi seluruh tagihan setelah menerima pemberitahuan resmi.

Direktur Sistem Air Fayette County Vanessa Tigert mengatakan masalah ini bermula dari kekeliruan prosedur ketika wilayahnya beralih ke sistem meteran pintar (smart meter). Meski begitu, otoritas setempat tidak mengenakan denda kepada QTS.

Tidak adanya sanksi itu langsung membuat publik berang. Sebelumnya, warga diminta menekan pemakaian air dan dilarang menyiram halaman demi menjaga persediaan daerah.

James Clifton, warga yang pertama kali membuka dokumen tagihan tersebut, menyuarakan kekesalannya. “Jadi, hal pertama yang mereka lakukan adalah menekan individu dan warga agar berhenti mengonsumsi air, sementara QTS justru benar-benar menguras persediaan kami,” katanya.

Clifton menambahkan, QTS kini termasuk pengguna air terbesar di wilayah itu. Pada sebagian besar bulan, perusahaan bahkan berada di peringkat pertama dalam volume pemakaian.

QTS membantah anggapan bahwa pusat datanya menyedot banyak air untuk pendinginan. Perusahaan menyatakan lonjakan pemakaian tahun lalu murni datang dari kegiatan konstruksi sementara, seperti mencampur beton, meredam debu, dan menyiapkan lahan.

Setelah beroperasi penuh, kata QTS, fasilitas itu hanya memakai air untuk keperluan sehari-hari seperti kamar mandi dan dapur. Pembangunan kampus data center di Fayetteville ini masih berjalan dan diperkirakan selesai tiga hingga lima tahun lagi.

Kasus ini menambah panjang penolakan warga terhadap pesatnya pembangunan data center di Georgia, yang kini menampung lebih dari 200 fasilitas serupa.

Di tengah kekeringan yang melanda, Dewan Kota Fayetteville bulan lalu memutuskan melarang pembangunan data center baru di seluruh zona kota. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%