
Inilahdata.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan bertemu secara daring dengan penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10/2026) pukul 15.30 WIB.
Pertemuan itu untuk meminta penjelasan atas keputusan MSCI yang menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi (consultation).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan rapat tersebut digelar setelah MSCI mengumumkan keputusannya pada Jumat (16/10/2026) pagi waktu Indonesia.
Menurutnya, pengumuman itu tidak diduga oleh BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahkan oleh sebagian besar partisipan MSCI dan investor global yang selama ini berkomunikasi dengan bursa.
“Nanti setelah pertemuan saya update,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey menyebut pengumuman itu memicu kepanikan dan kebingungan di kalangan pelaku pasar karena tingginya ketidakpastian.
Untuk meredamnya dan mencegah investor mengambil keputusan dalam situasi yang serba tidak jelas, BEI menurunkan batas bawah penghentian otomatis penurunan harga saham atau Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen.
Ia mengakui langkah itu tidak lazim. Namun, kata dia, kebijakan tersebut diambil agar investor punya waktu mencermati perkembangan informasi sebelum menentukan sikap.
BEI masih akan mengevaluasinya, tetapi hasil pengamatan sejak pagi hingga siang menunjukkan bahwa kebijakan itu “cukup efektif untuk bisa meredam kepanikan”, ujarnya.
Hingga penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sekitar 5 persen dan belum menyentuh batas ARB 7 persen. Indeks ditutup turun 261,85 poin atau 5,05 persen ke level 4.923,26.
Jeffrey berharap investor lebih cermat menyikapi informasi yang beredar dan kembali menimbang fundamental perusahaan sebelum berinvestasi.
Pada sesi tersebut, frekuensi perdagangan tercatat 850 ribu kali transaksi dengan volume 15,90 miliar lembar saham senilai Rp10,01 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 782 saham turun, dan 138 saham tidak bergerak.
Jeffrey menambahkan, BEI terus memantau situasi sejak Jumat hingga Minggu dan berdiskusi dengan banyak pihak, termasuk mendengar masukan pelaku pasar.
Seusai bertemu MSCI, bursa akan menyampaikan hasil pembahasan, termasuk klarifikasi tentang pertimbangan di balik keputusan menempatkan Indonesia dalam status konsultasi. (**)
Halaman : 1 2