Inilahdata.com – Banjir merendam enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, setelah hujan berintensitas tinggi turun terus-menerus sejak Minggu (11/10/2026).
Sejumlah sungai meluap, air masuk ke permukiman, dan warga mulai meninggalkan rumah.
Berdasarkan data BPBD Aceh Tamiang yang dihimpun pukul 10.00 WIB, kecamatan yang terdampak adalah Bendahara, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, Karang Baru, Tenggulun, dan Seruway.
Tinggi genangan di tiap lokasi berbeda-beda, dan di sejumlah titik sudah melampaui satu meter.
Kepala BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, menyampaikan bahwa sementara ini 365 orang telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
“Data sementara sudah (warga mulai mengungsi),” ujar Iman saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026).
Angka tersebut belum final. Petugas masih mendata karena air di beberapa kecamatan belum surut. Iman mengimbau warga tetap waspada, sebab curah hujan di wilayah itu masih tinggi.
Banjir tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang. Menurut data yang dihimpun Inilahdata.com, genangan juga mulai terpantau di Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, hingga Aceh Tenggara.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 10 sampai 12 Oktober 2026. Lewat akun Instagram @infobmkg pada Sabtu (10/10/2026), BMKG menempatkan Aceh dan Sumatera Utara pada level siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat.
Status itu berlaku bagi Aceh pada 10 dan 12 Oktober, sedangkan Sumut pada 10, 11, dan 12 Oktober. Pada level ini, kedua provinsi berpotensi mengalami banjir hingga tanah longsor. (**)
Halaman : 1 2