Rabu, 28 Okt 2026 - :
28 Okt 2026 - 07:01 | 18 Views | 0 Suka

Abu Dhabi Siap Kirim 30 Juta Barel Minyak ke Indonesia, Tanpa Biaya dan Kapal Gratis

9 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), akan segera mengirim minyak ke Indonesia hingga 30 juta barel. Kabar ini disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.

Djoko mengungkapkannya seusai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerima Duta Besar Abu Dhabi dan Presiden Direktur Mubadala di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan itu, pihak Mubadala turut melaporkan keputusan investasi akhir (FID) proyek gas di Andaman, Aceh.

“Mohon maaf saya sedikit terlambat karena baru mendampingi Pak Menteri menerima Duta Besar Abu Dhabi dan Presiden Direktur Mubadala. Salah satu yang dilaporkan adalah FID proyek gas di Andaman, Aceh. Duta Besar juga menyampaikan bahwa pemerintah Arab segera mengirim minyak ke Indonesia hingga 30 juta barel, tanpa biaya, tanpa modal kerja, bahkan kapalnya pun gratis. Ini kabar bagus buat kita,” kata Djoko dalam pidatonya pada seremoni selesainya seluruh kegiatan FEED proyek LNG Abadi Inpex Masela Ltd di Jakarta, di hari yang sama.

Indonesia Masih Impor Sekitar 500.000 Barel per Hari

Seperti diketahui, Indonesia masih mengimpor minyak mentah. Dari kebutuhan sekitar 1 juta barel per hari (bph), produksi dalam negeri belum menembus 600.000 bph. Dengan begitu, impor minyak masih berkisar 500.000 bph.

Situasi makin menekan sejak ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat pada akhir Februari 2026 dan berujung pada penutupan Selat Hormuz. Dampaknya, pasokan minyak mentah ke Indonesia berkurang sekitar 20 persen hingga 25 persen.

Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa impor minyak mentah Indonesia datang dari banyak negara, antara lain kawasan Afrika, Angola, Timur Tengah, Amerika Serikat, Brasil, Australia, dan sejumlah negara lain.

“Berapa total impor kita dari Timur Tengah untuk minyak mentah? Totalnya 20 sampai 25 persen dari kebutuhan nasional,” ujar Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke, Rabu (11/3/2026).

Pemerintah, kata Bahlil, berencana menggeser sebagian pasokan impor ke negara lain seperti Amerika Serikat, Angola, sejumlah negara Afrika, dan kawasan Amerika Latin.

“Di mana saja? Di Amerika, Angola, lalu beberapa negara Afrika dan Amerika Latin. Di Afrika, sebagian ada yang dimiliki Pertamina. Itu yang kita geser. Jadi, meski Selat Hormuz ditutup, porsi 20 sampai 25 persen itu sudah kita alihkan ke negara lain,” katanya.

Bahlil Akan ke India dan China

Bahlil juga menyampaikan rencananya melakukan kunjungan kerja ke China dan India dalam waktu dekat untuk mencari tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertalite (RON 90).

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

“Saya akan berangkat ke sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk memastikan pasokan BBM ke depan,” ujar Bahlil.

Langkah diplomatik itu ditempuh agar pasokan energi dalam negeri tetap aman di tengah dinamika pasar global.

Bahlil juga meminta masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan BBM. Menurutnya, stok BBM nasional saat ini masih sangat aman menurut standar regional.

“Saya jamin cadangan BBM kita berada pada standar minimum nasional, dan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik,” ucapnya.

Pemerintah juga berupaya mengamankan kontrak jangka panjang demi menjaga ketersediaan pasokan energi, termasuk LPG, di saat ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan memengaruhi rantai pasok energi.

“Saya juga memerintahkan agar dicarikan kontrak jangka panjang supaya pasokan BBM di dalam negeri aman,” tegas Bahlil. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%