Senin, 21 Sep 2026 - :
14 Sep 2026 - 01:47 | 48 Views | 0 Suka

AS Kenakan Tarif Tinggi ke Panel Surya Indonesia, India, dan Laos

8 mnt baca
PERDAGANGAN & TARIF · PANEL SURYA
AS – Indonesia, India, Laos
Minggu, 13 September 2026
Departemen Perdagangan AS menjatuhkan tarif antidumping dan bea imbalan terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos, setelah penyelidikan menemukan praktik dumping dan subsidi pemerintah yang dinilai tidak adil bagi produsen domestik AS.
94,36%
PENETAPAN TARIF ANTIDUMPING & BEA IMBALAN
94,36%
Margin Antidumping
Produsen Indonesia
73,2%–173,7%
Bea Masuk Imbalan
Produsen Indonesia
MARGIN ANTIDUMPINGDitetapkan per Negara
India: 123,04%
Indonesia: 94,36%
Laos: 65,43%
BEA MASUK IMBALANDitetapkan per Negara
India: 126,09%
Indonesia: 73,2%–173,7%
Laos: 82,03%–153,67%
PERNYATAAN RESMITim Brightbill, Pengacara Utama Alliance for American Solar Manufacturing and Trade
“Penetapan akhir pada Jumat merupakan langkah penting menuju penegakan undang-undang perdagangan kami dan pemulihan persaingan yang adil bagi produsen panel surya AS dan para pekerja yang mereka pekerjakan.”
DIKUTIP DARI REUTERS
Minggu, 13 September 2026
TAHAP SELANJUTNYAProses di Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC)
Keputusan USITC dijadwalkan 14 Oktober 2026
Jika positif, tarif final diperkirakan terbit November
Kebijakan ini menyambung sengketa dagang panel surya yang berlangsung sejak AS mengenakan bea antidumping dan subsidi terhadap produk China pada 2012 — langkah yang sebelumnya mendorong produsen China memindahkan produksi ke Indonesia, India, dan negara Asia lain.
INILAHDATA.COM
Sumber: Sindonews, mengutip Reuters.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%