Rabu, 21 Okt 2026 - :
20 Okt 2026 - 10:09 | 26 Views | 0 Suka

Perang AS-Iran Jadi Risiko Utama Inflasi Dunia, Bank Sentral Terjepit Dilema

11 mnt baca
Proyeksi Bloomberg EconomicsSelasa, 20 Oktober 2026
Harga minyak per barel dalam tiga skenario US$70Perang mereda US$100Konflik intensitas rendah US$130Meluas jadi regional
Skema ilustrasi. Jarum bergerak antar skenario yang dibuat Bloomberg Economics.

Perang AS-Iran jadi risiko utama yang membuat inflasi global kembali menanjak.

Bloomberg Economics
Harga minyak
Bank sentral
Kuartal IV-2026
Tiga skenario inflasi global
Skenario jinak

Perang mereda

Minyak US$70
Inflasi 2026
Inflasi 2027
Skenario dasar

Konflik berlanjut ringan

Minyak US$100
Inflasi kuartal IV-2026
Inflasi kuartal IV-2027
Skenario terburuk

Konflik meluas

Minyak US$130
Inflasi kuartal IV-2026
Inflasi kuartal IV-2027
Dari harga minyak ke harga barang
Harga minyak naik›Bahan bakar›Transportasi›Logistik›Biaya produksi›Harga barang dan jasa

Biaya input produksi, termasuk cip komputer, ikut terdongkrak. Bila tekanan bertahan lama, dampaknya menyebar ke lebih banyak sektor dan inflasi sulit dikendalikan.

Risiko ekspektasi inflasi
Harga dikira terus naik Pekerja tuntut upah naik Perusahaan naikkan harga Tekanan harga bertahan Inflasipersisten

Jika pola ini meluas, tekanan harga yang awalnya dipicu pasokan energi bisa bertahan lebih lama dan memperumit keputusan kebijakan moneter.

Dilema bank sentral
Bunga acuan tinggi lebih lama, menahan inflasi dan ekspektasiBeban belanja pemerintah, usaha, dan rumah tangga naik

Menaikkan bunga tidak bisa memulihkan pasokan minyak atau mengakhiri konflik. Pengetatan yang terlalu agresif juga berisiko menekan konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Arah kebijakan bank sentral
Amerika Serikat

The Fed

peluang kenaikan FFR menurut FedWatch

Sebelumnya turun ke 16% dari 20% sehari sebelumnya. Fed diperkirakan menaikkan bunga setidaknya sekali lagi tahun ini.

Berpeluang naik
Indonesia

Bank Indonesia

bunga acuan

Median konsensus Bloomberg memperkirakan BI menahan bunga saat mengumumkan kebijakan pada 21/10/2026.

Diperkirakan tetap
Korea Selatan

Bank of Korea

bunga acuan

Diperkirakan sama dengan bulan sebelumnya. Pengumuman dijadwalkan 22/10/2026.

Diperkirakan tetap
India

Reserve Bank of India

naik dari 5,25%

RBI telah mengerek bunga acuannya pada Oktober ini.

Sudah naik
Penilaian ekonom Bloomberg Economics

Scott Johnson menilai penurunan inflasi tahun depan lebih mencerminkan efek dasar. Prospeknya sangat bergantung pada konflik di Timur Tengah, dan perdamaian yang bertahan lama masih sulit dipastikan.

Parafrase pernyataan Scott Johnson, ekonom Bloomberg Economics

Arah inflasi global kini tak hanya ditentukan bank sentral, tetapi juga geopolitik dan pasokan komoditas.

Inilahdata.com
Sumber: Proyeksi Bloomberg Economics, penilaian ekonom Scott Johnson, konsensus Bloomberg, dan data FedWatch, dikutip Selasa (20/10/2026)
Penulis Berita

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%