Kamis, 08 Okt 2026 - :
1 Okt 2026 - 19:12 | 237 Views | 0 Suka

Duet dari Timur: Amran dari Bone, Saleh dari Ternate, Nakhoda Pangan Nasional

9 mnt baca
Ilustrasi: dua akar dari Indonesia Timur bertemu dan menumbuhkan satu tunas pertanian
Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, Kamis (1/10/2026), mengisi kursi yang kosong hampir tiga bulan setelah Sudaryono pindah menjadi Kepala BGN.
Catatan: bagian “Bisakah duet ini menjadikan pertanian andalan?” adalah analisis redaksi, bukan pernyataan resmi.
Sang prajurit: Saleh Mustafa
  • Lahir di Ternate, 14 Maret 1969
  • Lulusan Akmil 1991, mengawali karier di infanteri Kopassus
  • Terlibat operasi di Poso, Papua, hingga Damai Cartenz
  • Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sejak 15 Agustus 2025
  • Penulis buku “Menuai Damai di Tanah Poso” (2016)
Sang peracik: Andi Amran Sulaiman
  • Lahir di Bone, 27 April 1968
  • S1 hingga S3 pertanian di Universitas Hasanuddin, lima hak paten
  • 15 tahun di PTPN XIV, lalu membangun Tiran Group
  • Menteri Pertanian 2014-2019 dan sejak Oktober 2023
  • Kini juga Kepala Badan Pangan Nasional
Pembagian tugas belum final
Masih dibahas
Kemungkinan tugas di Bapanas
Amran meyakini kehadiran Saleh akan mengoptimalkan kinerja Kementan.
Warisan yang menanti: angka swasembada beras 2026
Proyeksi produksi34,77 juta ton
Kebutuhan nasional31,21 juta ton
Stok Bulogsekitar 4,6 juta ton
8 komoditas strategis diklaim swasembada
Tanpa impor beras 2026
“Swasembada beras ini dari petani Indonesia dan untuk rakyat Indonesia.”
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Nilai Tukar Petani, Agustus 2026
129,19
Naik 1,05 persen dari bulan sebelumnya.
Jurus Amran di balik angka
  • Harga pembelian gabah naik dari Rp6.000 ke Rp6.500 per kg
  • Harga pupuk subsidi turun hingga 20 persen setelah 145 regulasi dipangkas
  • Merauke: Rp5 triliun untuk 80.000 hektare sawah baru
Klaim Amran: harga beras di Merauke turun dari Rp30.000 ke sekitar Rp13.000 per kg.
Pertumbuhan sektor pertanian, triwulan I 2026
4,97%
Lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Pekerja yang diserap sektor ini
28,78%
Sebagian analis mempertanyakan apakah panen melimpah sudah berarti petani sejahtera.
Penyuluh lapangan: baru sekitar 37.000 dari kebutuhan 80.000
Pemerintah mengoptimalkan jaringan Babinsa untuk menutup celah. Sebagian peneliti menilai keterlibatan TNI di sektor pangan berisiko merugikan petani kecil.
El Nino mengintai
Biaya produksi dan kemarau
Kepemilikan lahan
Regenerasi petani
Kritik proyek pangan Papua
Tiga ujian bagi duet ini (analisis redaksi)
Pembagian tugas yang jelas, agar dua pucuk pimpinan tidak berebut ruang.
Ukuran keberhasilan yang bergeser dari stok beras ke kesejahteraan petani.
Pelibatan unsur teritorial yang menempatkan petani sebagai subjek, bukan objek program.
Jawabannya: bisa, dengan syarat. Amran membawa kemampuan teknis dan kebijakan, Saleh membawa pengalaman memimpin organisasi besar dan menguasai medan di wilayah timur, tempat perluasan sawah kini diarahkan.
INILAHDATA.COM
Sumber: ANTARA, Metro TV, kumparan, CNN Indonesia, Kompas.com, Kompas.id, Liputan6, Medcom, Bapanas, Kementan, CNBC Indonesia, Mongabay, Republika.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%