Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau fasilitas Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026). Kredit Foto: Humas KP2MI
3 Okt 2026 - 12:12 | 80 Views | 0 Suka
Tinjau Langsung Migrant Center di Bali, Menteri P2MI Tekankan Kompetensi
Menteri P2MI Mukhtarudin meninjau Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar dan mengingatkan calon pekerja migran sektor kesehatan agar berangkat lewat jalur resmi dengan bekal kompetensi yang matang.
01Jerman
02Jepang
03Arab Saudi
04Singapura
05Qatar
06Australia
07Inggris
NEGARA MITRA MOU G2G KEMENKES
38POLTEKKES KEMENKES DI 34 PROVINSI
7NEGARA MITRA KERJA SAMA G2G
1MIGRANT CENTER TERPUSAT DI JAKARTA
PERNYATAANMukhtarudin, Menteri P2MI
“Pelindungan Pekerja Migran tidak hanya berbicara mengenai penanganan ketika terjadi persoalan, tetapi harus dimulai sejak seseorang mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air.”
“Kami berharap anak-anak kami jangan terlalu banyak yang ke kaigo. Kalau kaigo, sebenarnya cukup lulusan SMA atau SMK. Tetapi kalau D3, D4, kami berharap masuknya adalah ke nurse.”
ARAH KARIERHarapan Kemenkes untuk lulusan D3 dan D4
Kaigo
Tenaga caregiver. Menurut Kemenkes, cukup lulusan SMA atau SMK.
→
Nurse
Posisi perawat yang diharapkan diisi lulusan D3 dan D4.
SISTEMMigrant Center terintegrasi
38POLTEKKES
1MIGRANT CENTER, JAKARTA
DataTERHUBUNG KE KP2MI
Pendidikan, kompetensi, informasi pasar kerja, penempatan, dan pelindungan diharapkan menyatu dalam satu ekosistem penyiapan tenaga kesehatan.
Sumber: Keterangan Menteri P2MI Mukhtarudin dan Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes dr. Yuli Farianti di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, Jumat (20/10/2026).