Kamis, 24 Sep 2026 - :
24 Sep 2026 - 07:31 | 43 Views | 0 Suka

Tim Ombudsman Dihalangi Masuk Lapas Cibinong, Ternyata…

8 mnt baca

Inilahdata.com – Ombudsman RI menemukan pemandangan yang tak lazim saat melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Rabu (23/9).

Tak jauh dari rumah dinas kepala lapas, tim menemukan sederet bangunan mewah lengkap dengan fasilitas yang justru diisi oleh warga binaan.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan menceritakan temuannya secara langsung.

“Di dekat rumah itulah berdiri beberapa rumah petak kayak vila mini, fasilitas lengkap dan juga penempatan warga binaan. Kami wawancara langsung,” ungkapnya, dikutip dari detikJabar, Rabu (23/9/2026).

Yang lebih mengejutkan, bangunan-bangunan tersebut ternyata masih dalam tahap pengembangan. Sarana gym sedang dibangun, dan bahkan ada rencana pembuatan area untuk minigolf.

“Lagi dibangun fasilitas gym, dan ada rencana pembangunan shelter untuk golf mini. Kita tanya petugasnya ya,” kata Syafrida.

Di dalam bangunan-bangunan itu, tim Ombudsman juga mendapati sejumlah barang mewah seperti televisi berukuran besar, pendingin ruangan, hingga alat kebugaran. Yang menjadi sorotan, di dalam unit pendingin ruangan justru ditemukan botol minuman keras.

Berdasarkan pengamatan Syafrida di lapangan, warga binaan yang menempati fasilitas mewah tersebut disebut harus membayar sejumlah uang, meski pengakuan itu belum didalami lebih jauh oleh tim.

“Dia ngaku warga binaan, dia berbayar, mengeluarkan uang,” ujarnya.

Kondisi keamanan kawasan ini pun turut menjadi perhatian. Area rumah mewah tersebut ternyata tidak memiliki pagar pembatas permanen, dan justru terhubung langsung dengan perkampungan warga melalui semak-semak dan rumpun bambu di sekelilingnya, celah yang berpotensi menjadi jalur keluar-masuk tanpa pengawasan.

Tim Ombudsman Sempat Dihalangi Saat Sidak

Proses pemeriksaan di lapangan pun tak berjalan mulus. Meski sudah mengantongi surat tugas resmi, tim Ombudsman sempat mendapat penolakan saat hendak masuk ke area lapas, bahkan diminta menunggu kehadiran kepala lapas terlebih dahulu. Syafrida mengaku heran dengan perlakuan ini.

“Sudah sidak ke beberapa institusi UPT lapas, tidak mengalami penolakan. Kenapa ini ditolak? Ini kali kedua,” katanya.

Anggota Ombudsman lainnya, Fikri Yasin, mengaku kesulitan memeriksa seluruh kawasan mewah tersebut karena selama proses berlangsung, tim terus diawasi lebih dari sepuluh petugas yang mendampingi.

“Kita itu tarik-tarikan sama mereka, ada 10 lebih, sambil wawancara orang,” ujarnya.

Bahkan, menurut Fikri, petugas kerap menutupi kamera milik tim Ombudsman saat mereka berusaha mendokumentasikan kawasan tersebut.

Tim juga sempat menanyai salah satu penghuni bangunan mewah soal alasan keberadaannya di sana, namun jawaban yang didapat dinilai belum cukup terbuka.

“Nah, itu yang mereka enggak mau terus terang sama kita,” kata Fikri.

Hingga berita ini disusun, pihak Lapas Cibinong belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan fasilitas mewah maupun alasan tim sempat dihambat saat sidak.

Tim Ombudsman disebut telah mencoba menghubungi Kepala Lapas Wisnu Hani, namun belum mendapat respons.

Sebagai tindak lanjut, Ombudsman menegaskan akan menyampaikan rekomendasi tindakan korektif kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kita akan sampaikan tindakan korektif kepada Pak Menteri, ditindaklanjuti rumah-rumah itu dan kembalikan warga binaan ke sel masing-masing,” tegas Syafrida.

Tim turut meminta agar bangunan mewah tersebut dibongkar dan dievaluasi secara menyeluruh, sekalipun pihak lapas belum memberikan penjelasan resmi soal status bangunan maupun pengakuan warga binaan yang disebut membayar untuk menempatinya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%