Senin, 21 Sep 2026 - :
14 Sep 2026 - 23:46 | 152 Views | 0 Suka

OTT KPK: 17 Koper Uang Disita, Diduga Terkait HGB Bogor

9 mnt baca

Inilahdata.com – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar operasi senyapnya. Kali ini sasarannya adalah lingkaran pengurusan tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan hasil tangkapannya membuat publik menganga.

Dari kediaman seorang pria berinisial Gus A, tim penindakan lembaga antirasuah itu disebut mengangkut belasan koper dan tas berisi uang tunai, campuran rupiah dan valuta asing.

Seorang sumber di internal KPK menyebut jumlahnya mencapai 17 koper dengan taksiran nilai sekitar Rp100 miliar. Gus A sendiri disebut-sebut dekat dengan salah satu menteri yang membidangi urusan pertanahan.

“Ditemukan 17 koper dan tas yang berisi uang rupiah dan mata uang asing diperkirakan berjumlah 100 M,” ujar sumber tersebut, Senin (14/9).

Operasi tangkap tangan ini berpusat pada dugaan permainan dalam penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) milik sebuah perusahaan besar di sektor pengembangan dan pengelolaan properti yang berurusan dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor.

Nama yang tak kalah mengejutkan ikut mencuat dari operasi ini: Fahd El Fouz, yang lebih dikenal sebagai Fahd A Rafiq. Ia bukan orang sembarangan, Fahd tercatat sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar, sekaligus kakak kandung dari Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq.

Begitu kabar ini menyebar, publik menanti klarifikasi resmi. Ketua KPK Setyo Budiyanto sempat memberi tanggapan singkat saat dimintai konfirmasi siapa saja pihak yang diperiksa.

“Untuk siapa saja yang diperiksa, nanti Jubir,” katanya, menyerahkan penjelasan detail kepada juru bicara lembaga.

Konfirmasi resmi itu akhirnya datang belakangan pada hari yang sama. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut sekaligus merevisi sejumlah angka yang beredar di awal.

Menurutnya, uang tunai yang diamankan tidak dikemas dalam koper saja, melainkan tersebar dalam koper, dus, dan kardus.

“Dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper,” kata Budi kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa nilai pastinya masih dalam proses penghitungan, meski estimasi sementara sudah menembus ratusan miliar rupiah, bukan lagi sebatas taksiran Rp100 miliar yang lebih dulu beredar.

Budi juga mengonfirmasi sebanyak 17 orang telah diamankan dalam rangkaian operasi ini, termasuk seorang pejabat setingkat Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, keterlibatan Fahd A Rafiq dikonfirmasi terpisah oleh sumber internal KPK sebagai pihak yang diduga menjadi orang kepercayaan sang menteri.

Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, KPK punya waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum setiap pihak yang diamankan, apakah mereka akan ditetapkan sebagai tersangka, ditahan, atau justru dilepaskan karena tak cukup bukti.

Hingga berita ini disusun, sejumlah pihak yang dimintai konfirmasi belum memberikan jawaban, termasuk pimpinan KPK bidang penindakan serta jajaran DPP Golkar tempat Fahd bernaung. Nomor telepon Fahd sendiri disebut tidak dapat dihubungi.

Yang jelas, publik kini menunggu satu hal: konstruksi lengkap perkara ini. Dari mana asal uang ratusan miliar itu, siapa saja yang menjadi perantara, dan bagaimana ia bisa terkait dengan proses penerbitan HGB sebuah korporasi properti besar di jantung Kabupaten Bogor. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%