Senin, 21 Sep 2026 - :
20 Sep 2026 - 17:50 | 45 Views | 0 Suka

NasDem Siap “Mengikhlaskan” Diri Tak Masuk Parlemen demi Ambang Batas 7 Persen

9 mnt baca

Inilahdata.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa partainya mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dinaikkan menjadi 7 persen dalam pembahasan RUU Pemilu.

Bagi Surya, usulan itu merupakan bagian dari gagasan NasDem membangun sistem kepartaian yang lebih selektif agar demokrasi berjalan lebih efektif.

“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Karena pertimbangan kita adalah selected party. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami. Selected party itu jelas lebih efektif jalannya demokrasi kita dibandingkan dengan sistem multipartai,” kata Surya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (20/9/2026).

Angka 7 persen tetap diajukan meski, menurut survei, posisi NasDem berada di kisaran 4 persen. Surya bahkan menyatakan partainya siap menanggung konsekuensi bila ambang batas setinggi itu membuat NasDem tidak mendapat kursi di parlemen.

“NasDem mengusulkan 7 persen, walaupun surveinya NasDem 4 persen. Jadi, NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi. Itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai,” ujar Surya.

Kendati begitu, ia menegaskan NasDem tidak memaksakan angka tersebut. Menurutnya, 7 persen adalah usulan awal yang tetap terbuka terhadap pembahasan dan pandangan partai politik lain.

“Enggak bersikeras. Usulan pertama 7 persen. Kawan-kawan lain boleh berbicara,” katanya.

Surya juga mendorong agar pembahasan RUU Pemilu tidak diundur hingga tahun depan. Ia menilai regulasi pemilu termasuk undang-undang strategis yang layak diprioritaskan.

“Tapi tahun ini bisa diselesaikan, jauh lebih baik. Kenapa kita harus tunggu tahun depan? Undang-undang Pemilu ini paling strategis sekali untuk menjadi pergumulan kita bersama, untuk mencari pilihan-pilihan yang terbaik untuk lebih menyempurnakan lagi Undang-undang Pemilu yang sudah kita miliki,” ujarnya.

Isu ambang batas parlemen belakangan memang mencuat. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyebut para ketua umum partai telah bertemu untuk membahas sejumlah poin dalam RUU Pemilu.

Menurut Sugiono, salah satu hasilnya adalah kesepakatan mengubah ambang batas parlemen dari 4 menjadi 5 persen. Meski demikian, ia tidak mau mewakili sikap partai-partai lain.

“Satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu yang kita sepakati,” katanya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%