Senin, 12 Okt 2026 - :
12 Okt 2026 - 13:18 | 13 Views | 0 Suka

Mentan dan Mendagri Teken SEB, Penyuluh Pertanian Terhubung Langsung

9 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meneken Surat Edaran Bersama (SEB) tentang pengelolaan sarana dan prasarana serta ketenagaan penyuluhan pertanian.

Aturan ini disiapkan untuk menjaga swasembada pangan yang berkelanjutan lewat penguatan sistem penyuluhan. Penandatanganan berlangsung di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Tito menjelaskan, SEB ini lahir dari upaya melanjutkan swasembada pangan, yang tugas utamanya dipikul Amran. Untuk menjalankannya, Mentan membutuhkan tenaga di lapangan.

Selama ini Amran bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berada di bawah Kemendagri melalui Dinas Pertanian kabupaten dan kota. Namun, di lapangan banyak sarana dan prasarana penunjang kerja PPL yang ternyata tidak layak.

Karena itu, kedua menteri sepakat memasukkan satu poin penting dalam SEB. Sarana dan prasarana PPL yang rusak atau tidak layak akan diambil alih Kementan untuk diperbaiki, tidak lagi menjadi kewenangan daerah.

Tito menyebut kesepakatan itu dicapai setelah diskusi panjang dan atas arahan Presiden.

Selain itu, PPL nantinya terintegrasi langsung ke Kementan. Dengan begitu, kebijakan swasembada bisa dijalankan lebih optimal di lapangan.

“Penyuluh pertanian ini memiliki jalur langsung kepada Bapak Menteri Pertanian, sehingga Bapak Menteri Pertanian bisa langsung punya eksekutor di lapangan,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Amran mengaku sangat terbantu dengan SEB tersebut, terutama untuk menyediakan sumber daya manusia di lapangan. Kewenangan PPL yang semula ada di daerah ditarik ke pusat agar kebijakan pusat cepat dijalankan.

“Tujuannya apa? Agar kebijakan pusat bisa dieksekusi dengan cepat,” ujarnya.

Menurut Amran, PPL harus mengawal seluruh bantuan pusat ke sektor pertanian. Bantuan dari kementerian saja mencapai Rp30 triliun. Jika irigasi, pupuk, traktor, dan bantuan lain ikut dihitung, totalnya Rp144 triliun.

Amran berharap perbaikan sarana dan prasarana PPL rampung tahun depan. Untuk sementara, Kementan memfokuskan ulang (refocusing) anggaran tahun ini. Jika memungkinkan, bangunan yang rusak berat, seperti pos PPL dengan atap bocor, diperbaiki dalam dua bulan.

Amran juga menyampaikan syukur atas swasembada beras yang dicapai tahun lalu dan memastikan hasil itu berlanjut pada 2026. Ia menyebut perintah Presiden semula menargetkan empat tahun, tetapi tercapai dalam satu tahun.

“Ini 2026 dan insyaallah berkelanjutan. Ini kan tinggal dua bulan lebih, jadi suasana pangan kita berkelanjutan, stok kita masih banyak,” tutupnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%