Kamis, 08 Okt 2026 - :
2 Okt 2026 - 08:55 | 64 Views | 0 Suka

KAPP Raja Ampat Kecewa, Pengusaha OAP Terpinggirkan dari Proyek Daerah

10 mnt baca

Inilahdata.com – Pengusaha asli Papua yang tergabung dalam Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Raja Ampat menyatakan kecewa kepada pemerintah daerah. Mereka merasa hanya diberi satu paket proyek senilai Rp200 juta.

Ketua KAPP Raja Ampat, Ita Mambrasar, mengatakan para pengusaha Orang Asli Papua (OAP) sudah ikut berjuang.

Menurut dia, mereka turun ke lapangan bersama organisasi kemasyarakatan dan mengorbankan waktu serta tenaga demi mendukung pemerintahan yang sekarang. Karena itu, nilai satu paket tersebut ia anggap tidak sepadan.

“Hasil dari perjuangan kami di lapangan tidak dihargai sama sekali. Kami hanya diberi 1 paket dengan nilai Rp200 juta. Ini penghinaan bagi pengusaha adat Papua,” kata Ita, sebagaimana dikutip dari wahananews.co, Kamis (1/10/2026).

Ita juga menilai Pemda Raja Ampat, khususnya bupati, belum menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada pengusaha lokal. Di sisi lain, kata dia, pengusaha dari luar Papua dengan mudah masuk dan memperoleh proyek-proyek besar, sedangkan pengusaha asli justru tersisih.

“Pengusaha dari luar masuk dan kami pengusaha lokal Papua dibiarkan terlantar dan minta-minta di negeri kami sendiri. Dimana implementasi Otsus dan keberpihakan itu?” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Ita menegaskan KAPP Raja Ampat akan menggelar aksi dalam waktu dekat. Aksi tersebut, menurutnya, merupakan bentuk protes sekaligus ungkapan kekecewaan kepada Pemda Raja Ampat.

Ia menyebut rencana aksi itu sebagai panggilan moral. Tujuannya agar pemerintah daerah kembali berpegang pada amanat Undang-Undang Otonomi Khusus, yang mengutamakan Orang Asli Papua dalam pembangunan ekonomi.

Hingga berita ini diturunkan, Pemda Raja Ampat belum memberikan tanggapan resmi. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%