Selasa, 13 Okt 2026 - :
13 Okt 2026 - 14:07 | 13 Views | 0 Suka

Indonesia Pasok 43% Batu Bara Dunia, tapi Harganya Masih Diatur Asing

7 mnt baca

Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia memasok 43% batu bara yang diperdagangkan dunia, tetapi harganya masih diatur pihak lain. Pemerintah kini mengurangi produksi lewat RKAB untuk merebut kendali harga.

43%porsi suplai Indonesia dari 1,3 miliar ton yang diperdagangkan
8,9 Mmiliar ton total konsumsi batu bara dunia
1,3 Mmiliar ton diperdagangkan di pasar internasional
500 jt+ton batu bara dipasok Indonesia ke pasar global
Mengapa produksi dikendalikan
Masalah
Harga ekspor batu bara nasional sebelumnya kerap diatur negara tetangga, dan aturan Harga Batubara Acuan (HBA) pemerintah sempat tidak dihiraukan pelaku pasar.
Langkah
Kementerian ESDM memperketat alokasi produksi dalam RKAB untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Hasil
Volume produksi 2026 disesuaikan turun dibanding 2025, tetapi nilai transaksi dan PNBP sektor pertambangan tercatat naik.
Penilaian
Strategi ini dinilai efektif menjaga stabilitas harga batu bara Indonesia di tingkat internasional.
Pembagian kuota
Pemegang izin besarMenurut Bahlil, alokasi pengusaha yang berskala besar dipotong sebagian.Disampaikan pada Rakernas HIPPI
IUP daerah 200.000 sampai 1.000.000 tonTetap mendapat alokasi kuota demi mendorong pemerataan ekonomi di daerah.Dijamin Bahlil Lahadalia
“Dari 1,3 miliar, 43% itu suplai dari Republik Indonesia. Tetapi harganya diatur oleh asing.”Bahlil Lahadalia, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM
“Tahun 2026 produksi batu bara kita dibandingkan dengan 2025 itu menurun volumenya, tetapi angka transaksinya itu melebihi di 2025 dan pendapatan negara kita PNBP kita naik.”Bahlil Lahadalia, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM
Inilahdata.com
Sumber: Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rakernas HIPPI, Jakarta, Senin (12/10/2026)
Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%