Senin, 21 Sep 2026 - :
14 Sep 2026 - 10:58 | 47 Views | 0 Suka

Gunung Semeru Meletus 3 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Tertinggi Capai 1.000 Meter

8 mnt baca

Inilahdata.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan keaktifannya pada Senin (14/9/2026) pagi. Dalam rentang beberapa jam saja, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu tercatat meletus sebanyak tiga kali secara berturut-turut sejak dini hari.

Erupsi pertama terekam pada pukul 04.20 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak, atau setara 4.176 meter di atas permukaan laut.

Belum genap dua jam berselang, gunung ini kembali memuntahkan abu pada pukul 05.58 WIB dengan karakter kolom yang tak jauh berbeda dari erupsi sebelumnya.

Aktivitas paling signifikan justru terjadi pada erupsi ketiga, tepatnya pukul 06.28 WIB, saat kolom abu yang teramati melonjak hingga sekitar 1.000 meter, dua kali lipat dari dua letusan sebelumnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, abu vulkanik yang dimuntahkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur mengikuti arah angin.

Hingga kini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga. PVMBG kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan yang berjarak hingga 13 kilometer dari puncak, kawasan yang selama ini menjadi pusat erupsi.

“Jangan beraktivitas pada radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru. Rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Anak Krakatau Melandai, Beralih ke Erupsi Strombolian

Sementara dari kawasan Selat Sunda, kabar berbeda datang dari Gunung Anak Krakatau. Setelah sempat mengalami rentetan erupsi cukup intens sepanjang 4 hingga 6 September 2026, aktivitas vulkanik gunung ini kini dilaporkan mulai melandai.

Permukaan gunung api yang berada di tengah Selat Sunda itu berangsur-angsur menunjukkan penurunan intensitas, dengan karakter letusan yang beralih menjadi erupsi tipe Strombolian.

Meski begitu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menurunkan status Anak Krakatau dan tetap mempertahankannya pada Level III atau Siaga.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengungkapkan bahwa sepanjang periode pemantauan tercatat sudah ada 14 kali letusan bertipe Strombolian.

“Tercatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian,” kata Lana dalam keterangannya, Senin pagi.

Erupsi Strombolian sendiri merupakan jenis letusan yang ditandai dengan letupan-letupan berkala akibat lepasnya gas dari dalam magma.

Karakter erupsi seperti ini umumnya menghasilkan lontaran material pijar serta abu vulkanik di sekitar area kawah, meski intensitasnya relatif lebih terkendali dibanding erupsi menerus.

Munculnya kembali pola Strombolian pada Anak Krakatau, menurut penjelasan Badan Geologi, menjadi pertanda bahwa fase erupsi yang berlangsung secara terus-menerus sebelumnya telah berakhir.

Kendati demikian, bukan berarti ancaman sepenuhnya reda. Aktivitas vulkanik di gunung tersebut disebut masih berlangsung, sehingga masyarakat di sekitar Selat Sunda diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan otoritas terkait. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%