Rabu, 28 Okt 2026 - :
28 Okt 2026 - 06:53 | 19 Views | 0 Suka

Biodiversitas dan Karbon Jadi Sumber Nilai Baru, Menteri LH Minta Kampus Siapkan SDM

8 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak lulusan sarjana dan magister mempelajari perdagangan karbon.

Menurutnya, bidang ini membuka peluang ekonomi baru yang dapat menaikkan nilai kekayaan alam Indonesia sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Jumhur menyebut pemulihan lingkungan kini tidak sebatas urusan pelestarian alam. Upaya itu juga melahirkan kegiatan ekonomi baru, mulai dari perdagangan karbon sampai pengembangan pekerjaan hijau (green jobs).

“Dari kesepakatan itu lahir kegiatan bernilai ekonomi yang dulu tak terbayangkan, yakni menjual oksigen dan menjual karbon,” ujar Jumhur saat wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026 di Medan, Selasa (27/10/2026).

Ia menilai kawasan hutan dan mangrove di Indonesia berpotensi menyuplai kredit karbon. Karena itu, kalangan akademisi dan lulusan perguruan tinggi perlu memahami potensi tersebut lebih luas agar kekayaan alam memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebagai contoh, Jumhur menyebut kawasan mangrove atau hutan di Kabupaten Deli Serdang yang bisa menjadi bagian dari perdagangan karbon dengan pembeli luar negeri, termasuk perusahaan teknologi global.

“Bisa saja oksigen dari satu kawasan mangrove atau hutan di Deli Serdang dibeli Microsoft di Amerika Serikat, dengan nilai mencapai jutaan dolar AS,” katanya.

Jumhur menegaskan perdagangan karbon punya mekanisme perhitungan sendiri, sehingga perlu dipelajari dari sisi ekonomi dan perdagangan. Meski begitu, ia tidak merinci nilai transaksi, volume kredit karbon, maupun proyek tertentu yang sudah bersepakat dengan calon pembeli.

Biodiversitas Berpotensi Jadi Sumber Nilai Ekonomi Baru

Selain karbon, Jumhur menilai keanekaragaman hayati Indonesia berpotensi memberi manfaat ekonomi yang lebih besar. Kekayaan biodiversitas di darat dan laut, katanya, sudah menjadi bagian dari pengembangan berbagai produk, termasuk bahan untuk industri obat-obatan.

Ia mengatakan, aturan yang memastikan negara atau komunitas asal biodiversitas ikut menerima manfaat ekonomi sedang dibahas di tingkat global. Bila mekanisme itu terwujud, Indonesia berpeluang menikmati hasil dari kekayaan hayatinya.

“Dunia kini duduk bersama menata agar asal keanekaragaman hayati ikut menerima manfaat ekonomi. Bila itu terwujud, Indonesia akan menikmati manfaat yang besar,” ujar Jumhur.

Meski demikian, besar kecilnya nilai ekonomi biodiversitas akan bergantung pada mekanisme yang dipakai, perlindungan terhadap sumber daya hayati, serta skema pembagian manfaat bagi pihak yang menjaga dan menyediakannya.

Auditor Lingkungan Dibidik Jadi Peluang Green Jobs

Jumhur juga menyebut kegiatan ekonomi berbasis lingkungan dapat membuka lapangan kerja baru. Salah satu profesi yang didorong pemerintah adalah auditor lingkungan.

Menurutnya, kegiatan audit lingkungan berpotensi memunculkan kebutuhan tenaga profesional dalam jumlah besar, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu auditor.

“Kegiatan lingkungan akan melahirkan tenaga kerja hijau, dan pemerintah segera mendorong profesi bernama auditor lingkungan,” tuturnya.

Ia meminta perguruan tinggi ikut menyiapkan sumber daya manusia untuk agenda tersebut. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga perlu mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat agar dampaknya nyata.

Jumhur turut menyinggung gagasan garden yang tengah didorong UMSU. Ia menilai pengembangan itu bisa dikaitkan dengan upaya menjaga dan mengembangkan biodiversitas, termasuk melindungi spesies yang mendekati kepunahan.

Ia berharap para lulusan UMSU memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dorongan ini menempatkan perdagangan karbon, pemanfaatan biodiversitas, dan pekerjaan hijau sebagai peluang yang dapat mempertemukan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi.

Namun, manfaatnya baru bisa terwujud jika ada mekanisme perdagangan yang jelas, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat yang menjaga sumber daya alam. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%