Kamis, 24 Sep 2026 - :
24 Sep 2026 - 07:14 | 57 Views | 0 Suka

BI Buka-bukaan: Transaksi QRIS Antarnegara Lebih Deras Masuk ke RI

7 mnt baca

Inilahdata.com – Sejak resmi diperkenalkan pada 29 Agustus 2022, skema pembayaran lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS Antarnegara) ternyata lebih banyak dinikmati oleh pengunjung dari luar negeri ketimbang warga Indonesia sendiri.

Bank Indonesia mencatat, hingga akhir Agustus 2026, terjadi net inbound sebesar Rp4,6 triliun dari skema tersebut.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, arus transaksi memang masih didominasi pengguna dari negara mitra yang berbelanja di Indonesia.

“Jadi net inbound itu sebesar Rp 4,6 triliun dan transaksinya ada 17,8 juta transaksi. Nominalnya sebesar Rp 6,2 kalau yang inbound,” ungkapnya.

Menurut Filianingsih, kondisi ini mencerminkan lebih banyak wisatawan atau pengguna dari negara-negara mitra yang berkunjung dan bertransaksi di Indonesia, dibandingkan masyarakat Indonesia yang menggunakan QRIS saat berada di negara mitra.

Data BI sejak 2022 hingga Juli 2026 memperkuat gambaran tersebut: transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai sekitar Rp5,90 triliun dari 21 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi warga Indonesia di negara mitra hanya tercatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun, menyisakan selisih transaksi inbound dan outbound sebesar Rp4,17 triliun.

Filianingsih menambahkan, tren terbaru pada Agustus 2026 justru menunjukkan pergerakan yang berlawanan arah antara kedua sisi transaksi.

“Di bulan Agustus ini transaksi ini memang untuk outbound itu sedikit menurun. Jadi yang Indonesia keluar sedikit menurun tapi yang inboundnya terus naik,” jelasnya.

Saat ini, konektivitas QRIS Antarnegara sudah menjangkau enam negara: Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Melalui skema ini, pengguna Indonesia bisa membayar di negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang sudah mendukung QRIS, sementara wisatawan dari negara mitra dapat memakai sistem pembayaran negaranya sendiri untuk bertransaksi di merchant QRIS di Indonesia.

BI Perluas Konektivitas ke Hong Kong dan Timor Leste

Langkah ekspansi tidak berhenti di enam negara tersebut. Filianingsih mengungkapkan, BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) akan menandatangani kerja sama pembayaran lintas batas dengan Hong Kong dan Timor Leste.

Penandatanganan ini akan berlangsung dalam rangkaian Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) serta Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) pada 24-26 September 2026 di Jakarta Convention Center.

“Di situ nanti akan dilakukan penandatanganan lintas batas yang pertama dengan Hong Kong dan yang kedua dengan Timor-Leste,” katanya.

Kerja sama dengan kedua negara ini ditargetkan menjadi bagian dari perluasan konektivitas pembayaran lintas negara BI sepanjang 2026.

Tak hanya itu, BI juga disebut sudah menjajaki pembicaraan dengan sejumlah negara lain untuk perluasan konektivitas pada 2027, meski Filianingsih belum bersedia membeberkan negara-negara yang dimaksud.

“Nanti kita juga akan sampaikan pada waktunya,” ujarnya singkat. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%