Rabu, 21 Okt 2026 - :
18 Okt 2026 - 04:21 | 85 Views | 0 Suka

Bentrok Dua Kelompok di Nabire Nyaris Picu Perang Suku, 11 Orang Terluka

8 mnt baca

Inilahdata.com – Kepolisian Resor (Polres) Nabire, Papua Tengah, berhasil menenangkan dua kelompok warga yang bertikai dan hampir saja memicu perang suku. Dalam keributan itu, 11 orang dilaporkan terluka.

Wakil Kepala Polres Nabire Komisaris Polisi Henri Alfredo Korwa menjelaskan, keributan pecah pada Jumat (16/10/2026) malam dan masih berlanjut hingga Sabtu (17/10/2026) pagi. Kejadiannya berlangsung di depan SMP Negeri 2 Nabire dan SD Inpres Bumiwonorejo di Jalan Perintis.

Selain korban luka, satu kendaraan milik petugas rusak dan tujuh kendaraan umum ikut terkena dampak.

Polisi kemudian mempertemukan kedua pihak dengan melibatkan kepala suku. Hasilnya, kedua kelompok setuju menutup persoalan lewat jalur kekeluargaan.

“Kami sudah mempertemukan kedua kelompok bersama kepala suku dan akhirnya mereka sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan tidak memperpanjang kejadian kemarin,” kata Korwa di Nabire, Sabtu.

Usai kesepakatan tercapai, polisi dan tokoh masyarakat menyampaikan hasil pertemuan kepada masing-masing kelompok agar semua pihak menaatinya.

Isi surat pernyataan damai itu mencakup empat poin: menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, saling meminta maaf, bertanggung jawab atas korban dan kerusakan barang di pihak masing-masing, serta memandang kejadian baru sesudah kesepakatan sebagai perkara yang terpisah.

Walau sudah berdamai, aparat tidak mengendurkan penjagaan demi mencegah keributan susulan. Sebanyak 100 personel gabungan Polres Nabire dan Brimob Batalyon A Polda Papua Tengah dikerahkan pada Sabtu sore.

Menurut Korwa, anggota sudah berjaga sejak pagi dan bertahan di lokasi sampai malam supaya situasi tetap terkendali dan konflik tidak melebar.

Soal pemicunya, polisi masih menelusuri. Dari keterangan awal, keributan diduga bermula dari salah paham terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman.

“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Informasi awal memang ada miskomunikasi terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman. Namun, prinsipnya kami masih melakukan pengecekan di lapangan,” ujarnya.

Korwa juga mengingatkan warga agar tidak gampang percaya, apalagi menyebarkan kabar yang belum terbukti, karena bisa memperkeruh keadaan. Penanganan masalah, katanya, sebaiknya diserahkan kepada aparat, sambil menunggu informasi resmi dari kepolisian.

Ia berharap semua pihak taat pada kesepakatan dan menahan diri supaya keributan tidak terulang, sehingga warga Bumiwonorejo bisa kembali beraktivitas dengan aman dan tertib. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%