Investor Daily Summit 2026, Jakarta Kamis, 8 Oktober 2026
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut APBN sampai September 2026 defisit Rp319 triliun atau 1,24% PDB, sementara belanja negara sudah terealisasi Rp2.660,5 triliun atau 69%.
Belanja negara terealisasi, 69%
Tiga perempat tahun berjalan
Percepatan belanja November dan Desember
Rp319 T
Defisit APBN sampai September 2026
1,24%
Defisit terhadap PDB, naik dari 0,9% bulan sebelumnya
Rp125,52 T
Surplus keseimbangan primer
Soal belanjaSuahasil Nazara di Investor Daily Summit 2026
“Tetapi 3/4 tahun belanja, hampir 70%, ini artinya juga oke, on track.”
Suahasil NazaraMenteri Keuangan, Kamis malam, 8 Oktober 2026
Belanja Rp2.660,5 T
Percepatan terutama November dan Desember
Defisit terhadap PDBNaik dari Agustus, tapi di bawah September tahun lalu
0%
0,5%
1%
1,5%
2%
Bulan sebelumnya0,9%
September 20261,24%
September 20251,56%
Nominal tahun lalu pada periode yang sama: Rp371,5 triliun.
Dibanding tahun laluPosisi sampai September
Defisit APBN
Lebih rendah dari tahun lalu
2026Rp319 T
2025Rp371,5 T
Keseimbangan primer
Surplus, jauh lebih tinggi
2026Rp125,52 T
2025Rp18 T
Desain APBNDefisit disebut sudah direncanakan sejak awal
“APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel.”
Suahasil NazaraBelanja sengaja dirancang lebih besar dari pendapatan
Defisit Rp319 triliun disebut sesuai rancangan, sementara sisa belanja tahun ini bertumpu pada percepatan di November dan Desember.