Kamis, 08 Okt 2026 - :
22 Sep 2026 - 01:48 | 63 Views | 0 Suka

Mentan Amran Bidik Lahan hingga 2 Juta Hektare untuk Etanol, Pabrik Dibangun Masif

10 mnt baca
Rencana pengembangan etanol dari komoditas pertanian
Keterangan Menteri Pertanian, Senin (21/9/2026)
E402030-2031 E202029 E10tahap awal E5tahap awal
Bensin
Etanol (E) dalam campuran bahan bakar
“Ini E5, E10, E20 di 2029.”Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
Berlanjut ke E40 pada 2030-2031 secara bertahap
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membidik lahan 1 juta hingga 2 juta hektare untuk etanol dari tebu, singkong, dan jagung. Pabriknya rencananya dibangun masif di berbagai wilayah Indonesia.
1-2 juta hektare
Kebutuhan lahan untuk tiga komoditas strategis
Tebu
Sekitar 1 juta hektare, komoditas terpenting
Jagung
Uji coba 1.000 hektare per bupati peserta, ditambah bila hasil bagus
Singkong
Ikut jadi bahan baku, luas lahan belum dirinci
Pemerintah baru mulai konsolidasi lahan, sehingga lokasi lahan dan pabrik belum dirinci. Jagung akan diuji lebih dulu, dan luasnya ditambah pada Januari jika hasilnya baik.
“Tetapi yang paling penting adalah tebu. Kita butuh 1 juta hektare.”
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
30% BUMN, 70% swasta
Perkiraan porsi pembiayaan pabrik etanol
BUMN
Swasta
30%
40%
50%
Porsi BUMN masih bisa naik ke 40%, bahkan 50%, tergantung kemampuan pembiayaan perusahaan negara. Setelah kemampuan BUMN dimaksimalkan, barulah swasta didorong masuk. Untuk menarik investasi swasta, pemerintah mengutamakan kepastian lahan dan mengawalnya hingga aspek legalitas.
“Pokoknya berapa kemampuan BUMN, sesudah itu swasta. Dan swasta pasti antre.”
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
US$30 miliar
Potensi hemat devisa per tahun, sekitar Rp500 triliun
Angka itu berlaku bila pengembangan etanol dan penerapan biodiesel B50 berjalan penuh.
“Kalau seluruhnya bisa selesai, E50 dengan B50 itu US$30 miliar.”
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
8 juta tenaga kerja
Perkiraan minimal lapangan kerja permanen
Satu ikon mewakili sekitar 1 juta tenaga kerja
“…minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen.”
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
Rencana ini masih di tahap awal: lokasi belum ditentukan, sementara angka penghematan devisa dan lapangan kerja baru berlaku bila program berjalan penuh.
INILAHDATA.COM
Sumber: Katadata.co.id, Senin (21/9/2026).

Inilahdata.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan penyediaan lahan 1 juta hingga 2 juta hektare untuk pengembangan etanol berbasis komoditas pertanian.

Pemerintah juga berencana mendirikan pabrik etanol secara besar-besaran di berbagai daerah.

Menurut Amran, etanol akan dikembangkan dari tiga komoditas strategis: tebu, singkong, dan jagung.

“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis,” katanya di Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Ia berjanji pabriknya akan dibangun dan digerakkan masif seluruh Indonesia.

Saat ini pemerintah baru mulai mengonsolidasikan lahan, sehingga lokasi lahan maupun pabrik belum dirinci. Penentuan lokasi pun masih di tahap awal.

“Kita baru mau mulai konsolidasi hari ini,” ujar Amran.

Tebu menjadi komoditas yang paling banyak membutuhkan lahan, yakni sekitar 1 juta hektare.

“Tetapi yang paling penting adalah tebu. Kita butuh 1 juta hektare,” tuturnya.

Untuk jagung dan singkong, pemerintah menyiapkan pola yang berbeda. Jagung diuji lebih dulu: pemerintah memberi bantuan 1.000 hektare lahan percobaan kepada bupati yang mengikuti program.

Jika hasilnya dinilai baik, luasnya ditambah. Amran menyebut kalau tanamannya bagus dan produksinya tinggi, “saya akan tambah di Januari”.

Porsi BUMN dan Swasta

Pabrik etanol rencananya dibangun bersama badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta. Amran memperkirakan pembiayaan berasal dari BUMN sekitar 30 persen dan swasta 70 persen.

Porsi BUMN masih bisa naik ke 40 persen, bahkan 50 persen, tergantung kemampuan pembiayaan perusahaan negara.

Setelah kemampuan BUMN dimaksimalkan, barulah pemerintah mendorong swasta masuk.

“Pokoknya berapa kemampuan BUMN, sesudah itu swasta. Dan swasta pasti antre,” ucapnya.

Untuk menarik investasi swasta, pemerintah mengutamakan kepastian lahan dan akan mengawal penentuannya sampai aspek legalitas.

“Yang penting kepastian lahan,” kata Amran.

Bertahap hingga E40

Pengembangan etanol dijalankan bertahap. Pemerintah menargetkan campuran etanol dalam bahan bakar naik dari E5 dan E10 menuju E20 pada 2029.

“Ini E5, E10, E20 di 2029,” ujar Amran. Campuran itu masih bisa berlanjut ke E40 pada 2030-2031.

Bersama penerapan biodiesel B50, pengembangan etanol berpotensi menghemat devisa hingga US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun bila program berjalan penuh.

“Kalau seluruhnya bisa selesai, E50 dengan B50 itu US$30 miliar,” katanya.

Pemerintah juga menargetkan industri etanol membuka lapangan kerja. Amran memperkirakan program ini bisa menciptakan sedikitnya 8 juta tenaga kerja.

“…minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen,” ujarnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%