
Inilahdata.com – Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengatakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sedang menyiapkan sistem khusus untuk mengumpulkan data orang super kaya di Indonesia, atau yang populer disebut crazy rich, dalam satu jaringan yang saling terhubung.
Menurut Nurkholisoh, sistem itu dibangun karena harta para individu berkekayaan tinggi (high wealth individuals/HWI) tidak berada di satu tempat.
Kekayaan mereka tersebar di banyak perusahaan dan aset, dan nilainya bisa berubah dengan cepat.
Ia menjelaskan hal tersebut dalam Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
“Jadi kami sedang mengembangkan dashboard yang menampilkan profil individu, keluarga, perusahaan, aset mereka, dan bagaimana semuanya saling terhubung satu sama lain,” ujarnya.
Dasbor itu, kata Nurkholisoh, kini berada di tahap pengembangan akhir, termasuk penyatuan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini dipakai untuk membaca pemberitaan dan keterbukaan informasi perusahaan yang berkaitan dengan para individu tersebut dan bisnis mereka.
“Saat ini kami berada pada tahap akhir pengintegrasian AI,” katanya.
Lewat sistem ini, otoritas pajak dapat langsung mengetahui setiap aksi korporasi yang dilakukan orang super kaya dalam mengelola usahanya.
Bila alat tersebut menemukan aksi korporasi, seperti merger, akuisisi, atau penjualan saham, nilai saham yang bersangkutan di dasbor akan diperbarui saat itu juga.
Nurkholisoh menambahkan, dalam waktu dekat petugas pajak bisa memantau perubahan kekayaan secara real-time begitu peristiwanya terjadi. (**)
Halaman : 1 2