Senin, 21 Sep 2026 - :
18 Sep 2026 - 06:58 | 27 Views | 0 Suka

Indonesia Masih Proses Gabung Bank Pembangunan BRICS

7 mnt baca

Inilahdata.com – Rencana Indonesia bergabung ke New Development Bank (NDB), bank pembangunan bentukan kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), ternyata belum rampung.

Pemerintah memastikan proses aksesi ini masih berjalan, dan besaran dana investasi yang bakal digelontorkan Indonesia pun belum dipatok secara resmi.

Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, menjelaskan bahwa langkah Indonesia menuju keanggotaan NDB bermula dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden NDB Dilma Rousseff pada 25 Maret 2025.

Sejak pertemuan itu, berbagai tahapan koordinasi terus dijalankan pemerintah untuk mematangkan rencana keanggotaan tersebut.

Saat ini, kata Tri, NDB memiliki 10 negara anggota. Tujuh di antaranya adalah anggota inti BRICS, sedangkan tiga sisanya, Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan, bergabung dari luar kelompok BRICS.

Selain Indonesia, tiga negara lain yakni Ethiopia, Iran, dan Arab Saudi juga tengah menempuh proses aksesi serupa.

“Perlu dipahami bahwa NDB didirikan oleh BRICS, namun keanggotaannya bersifat terbuka (non-BRICS countries can join),” ujar Tri dalam sesi taklimat pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Soal angka investasi yang sempat disebut-sebut mencapai sekitar US$1 miliar atau setara Rp17,6 triliun, Tri menegaskan itu bukan angka final.

Ia menyebut kementerian dan lembaga terkait masih berada pada tahap awal koordinasi untuk merumuskan besaran yang tepat.

Pemerintah menilai NDB punya sejumlah nilai tambah dibanding lembaga pembiayaan multilateral konvensional seperti Bank Dunia maupun IMF.

Salah satu yang paling disorot adalah fleksibilitas skema pembiayaannya, termasuk kemungkinan penggunaan mata uang lokal yang bisa memangkas biaya transaksi.

Tri memastikan perkembangan proses aksesi ini akan terus diinformasikan secara berkala kepada publik.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga, menurutnya, masih akan berlanjut sebelum pemerintah benar-benar menetapkan nilai investasi Indonesia di NDB.

Ia juga menggarisbawahi bahwa keanggotaan NDB tidak eksklusif untuk negara-negara BRICS, sehingga langkah Indonesia bergabung ke lembaga ini berdiri terpisah dari isu status keanggotaan Indonesia di BRICS itu sendiri. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%