Kamis, 15 Okt 2026 - :
14 Okt 2026 - 04:59 | 18 Views | 0 Suka

Gaji Resmi Rp91 Miliar, Bos FIFA Rupanya Masih Main Kotor

8 mnt baca

Inilahdata.com – Presiden FIFA Gianni Infantino kembali berada di pusat badai. Harian The Times, Senin (12/10/2026), menurunkan laporan investigatif yang menyebut dugaan penerimaan dana bernilai puluhan miliar rupiah. Laporan itu muncul ketika Infantino masih dibayangi kontroversi sejak Piala Dunia 2026.

Merujuk Mundo Deportivo, The Times menyebut Infantino diduga menerima pembayaran yang tidak diungkap, di luar gaji pokok dan bonus sebagai pucuk pimpinan FIFA. Dana itu disebut ikut membiayai gaya hidup mewahnya di Miami, Amerika Serikat (AS).

Titik awalnya adalah laporan tahunan FIFA 2024. Di dokumen itu, Infantino tercatat menerima upah tahunan 4,27 juta franc Swiss atau sekitar Rp91 miliar.

Namun, dokumen pengajuan pajak FWC2026 US Inc., anak perusahaan FIFA yang mengelola Piala Dunia 2026 di AS, menyebut Infantino menerima 1,6 juta euro, sekitar Rp32 miliar, pada 2024. Aliran dana ini disebut tidak pernah diungkap FIFA.

Dari 1,6 juta euro tersebut, 500.000 euro dicatat sebagai “kompensasi lain yang wajib dilaporkan”. Rinciannya adalah biaya sewa rumah mewah di tepi pantai di Sunset Islands, salah satu kawasan paling eksklusif di Miami.

France24 menyederhanakan persoalannya begini: Infantino diduga memperoleh dua upah terpisah, satu dari FIFA dan satu lagi dari FWC2026 US Inc. Hanya upah dari FIFA yang dilaporkan ke publik.

Dikutip dari The Statesman, mantan kepala komite tata kelola FIFA Miguel Maduro mengatakan kepada The Times bahwa hal semacam itu tidak semestinya terjadi. Menurutnya, aturan organisasi mewajibkan setiap pembayaran dari perusahaan yang terkait FIFA untuk diungkap.

“Ini jelas pelanggaran aturan jika dia dibayar sejumlah uang lain oleh perusahaan yang terkait dengan FIFA dan itu tidak dipublikasikan,” ujar Maduro, yang sekaligus menyerukan penyelidikan.

Laporan ini menambah panjang daftar kontroversi Infantino. Sejak Agustus, berbagai pihak mendesaknya mundur karena proposal penjualan saham FIFA kepada perusahaan swasta yang ia lemparkan pada Juli.

Proposal itu ditentang banyak asosiasi sepak bola di berbagai negara, bahkan para legenda sepak bola. Banyak yang menilainya sebagai akal-akalan demi keuntungan ekonomi.

Sorotan juga mengalir sejak persiapan dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.

Kedekatan Infantino dengan Presiden AS Donald Trump dinilai kontroversial, termasuk saat FIFA untuk pertama kalinya menciptakan penghargaan perdamaian dan menyerahkannya kepada Trump menjelang turnamen.

Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan Maret 2027. Infantino dilaporkan sedang bersiap maju lagi untuk mempertahankan kursinya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%